Breaking News

Pekerja Rakit Wisata Bagendit II, Menjerit




GARUT, beritaekspos.com - 
Salah seorang pekerja rakiit Ujang, berlokasi di Wisata Bagendit II Desa Sukaratu Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut Jawa Barat. Pandangan kosong, berharap adanya pengujung yang memborong rakit seperti biasanya teruma dihari libur, sampai sore ini belum mendapatkan penglaris (pemasukan satu orang pun tidak ada), Saya menjerit dalam hati kapan Covid-19 berakhir, supaya bisa setabil kembali, ungkapnya

Menurut Ujang, semenjak diberlakukannya tutup buka tempat wisata, ekonomi hancur, selain itu kita sebagai pelaku usaha wisata hanya bisa pasrah, dan bersabar untuk mencari nafkah untuk menopang kehidupan keluarga seadanya. Minggu, 20/06/2021, Pukul 15.WIB.

Pengelola Wisata Situ Bagendit II Dani Hamdani bersama Nandang Parosa. Menurut Nandang menjelaskan, "Menganai keluhan pekerja usaha rakit, angsa dan perahu naga, benar jarang beroperasi karena pengunjung terus menerus berkurang, semenjak masa Covid-19", ucapnya.

Begitu juga terkait untuk biaya operasional pekerja di Wisata Bagendit II itu kalang kabut (gali lobang tutup lobang) karena dengan adanya Covid-19 pengujung turun drastis. Biaya operasional dengan pendapatan itu tidak sesuai, tuturnya.


Selanjutnya kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Sukaratu H. Udin, Alhamdulillah Desa Wisata Bagendit II yang sudah dirintis dari sejak tahun 2018 hingga 2021, dimana waktu itu diberi bantuan oleh Pemerintah Desa Sukaratu itu melalui Bumdes dengan Anggaran Rp.100.000.000,- (Seratus juta rupiah), dimana dana tersebut dipergunakan untuk pengelolaan Desa Wisata Bagendit II. Paparnya.

Sekarang dikarenakan adanya pergantian Kepala Desa Sukaratu, mudah-mudahan dengan bergantinya Kepala Desa sekarang ini, kami berharap Desa Wisata yang di bawah naungan Bumdes itu akan lebih maju dan lebih berkembang lagi, harapnya.

"Nandang menegaskan intinya antara Kepala Desa yang baru, Bumdes maupun unitnya itu, ada sinkronisasi yang baik itu untuk memajukan Desa Wisata Bagendit II"

Sementara Dani Hamdani menyampaikan, "Selain pemberdayaan masyarakat, harus adanya pembenahan infrastruktur jalan masuk ke jalan yang menuju akses wisata, sarana dan prasarana fisik, yang berada dilokasi mungkin itu yang utama yang paling penting dapat didahulukan, ucapnya

Kami juga sebagai pelaku usaha wisata, serta Bumdes yang ikut terlibat dari awal dalam pembentukan Desa Wisata Bagendit II, ke depan Bumdes harus dibenahi untuk kemajuan Desa Wisata, tandasnya

Selain itu Dinas pariwisata pun diharapkan ada perhatian terhadap pekerja yang ada dilokasi wisata  Bagendit II dimasa pandemi Covid-19, karena pengunjung terus berkurang, sementara tiap hari pengunjung kurang lebih hanya mencapai lima puluh orang. Pungkasnya

(Beni)

|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||