KNPI Kubu Kang Tantan Temui DPRD Tunjukkan Legalitas Hasil Musda
SUKABUMI, beritaekspos .com. -
Pengurus DPD KNPI Kota Sukabumi, mengadakan audiensi dengan pimpinan DPRD pada Kamis (8/1/2026). Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi hasil Musyawarah Daerah (Musda) XVI pada 13 Desember 2025 untuk periode 2025–2028, Tantan Sutandi diterima Ketua DPRD Wawan Juanda di ruang rapat lantai 2.
Saat ditanya awak media Kang Tantan mengatakan, audiensi dilakukan untuk melaporkan hasil Musda berikut jajaran pengurus inti. Dia juga menyampaikan ruang lingkup tiga aspek sesuai dengan fungsi DPRD Kota Sukabumi.
"Pertama dari sisi regulasi menyangkut kebijakan, lalu sisi anggaran dan evaluasi dalam konteks kepemudaan. Dari sisi regulasi Pemkot Sukabumi telah memiliki Perda Kepemudaan," kata Tantan.
Selanjutnya dari sisi anggaran, dia meminta aspek kehati-hatian untuk tidak sekonyong-konyog memberikan hibah kepada siapapun baik personal maupun kelembagaan. Dengan kata lain harus ada aspek legalnya.
Berikutnya aspek evaluasi agar Anggaran-anggaran yang diberikan kepada pihak-pihak yang sudah dicanangkan harus ada monitoring dan evaluasi.
"Dana hibah itu harus dikaji dari aspek legalnya. Lalu dari aspek fungsi di mana penggunaan anggaran itu harus bisa dipertanggungjawabkan secara organisatoris," ungkap dia.
Dia juga minta pada pemerintah agar kajian KNPI yang hari ini sudah ada kepengurusan di irisannya Ali Hanafiah dari sisi aspek legalnya bisa dipertanggungjawabkan.
"Meskipun ada pihak lain yang mengklaim punya legalitas, kita bisa menunjukan KMP kita punya aspek legalitas yang kuat, tegasnya.
"Ke depan kita akan konsen pada visi misi gerakan kepemudaan dan terus menjalin sinergitas dengan pemerintah Kota Sukabumi," tandasnya.
Di temui terpisah Ketua DPRD Wawan Juanda mengapresiasi kehadiran Pengurus KNPI Kota Sukabumi kubu Tantan Sutandi untuk bersilaturahmi dan menyampaikan berbagai hal terkait dinamika yang berkembang saat ini.
Dia menegaskan, siapapun yang datang menemui apalagi dengan niat baik akan diterima dengan tangan terbuka. Karena gedung ini adalah rumah rakyat dan rumah bersama.
"Kami berharap, dinamika yang terjadi di tubuh KNPI saat ini bisa cepat selesai. Secara de facto keduanya diakui, tapi secara de jure kami melihat KNPI kubu Tantan memiliki legitimasi," ujarnya.
Tapi kata Wanju, dualisme kepengurusan yang ada harus diambil sisi positifnya. Di mana kondisi ini menggambarkan bahwa Kota Sukabumi tidak kekurangan stok pemuda.
"Pada prinsipnya kami menghormati eksistensi kedua kepengurusan ini. Namun demikian kami berharap pemerintah hadir untuk menyatukan ke dua kubu ini," kata Wanju.
OIS


