Warga Tiara Regency Swadaya Perbaiki Jalan Sepanjang 125 Meter, Iuran Rp30 Ribu per KK
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Masyarakat Desa Limbangan Kecamatan Sukaraja RT 5 RW 11 secara swadaya melakukan perbaikan jalan lingkungan dengan mengumpulkan iuran dari warga.
Inisiatif tersebut dilakukan setelah sebelumnya disepakati melalui musyawarah masyarakat setempat.
Sekretaris RW 11 Yuda Prabowo menjelaskan, pembiayaan perbaikan jalan berasal dari iuran warga sebesar Rp30.000 per kepala keluarga (KK) yang dikumpulkan selama lima bulan, mulai Mei hingga September dan dilaksanakan pada Oktober.
Setelah dana terkumpul, pelaksanaan perbaikan jalan dilakukan pada Oktober.
“Betul, ini dilaksanakan secara swadaya masyarakat. Anggarannya setelah musyawarah, kita memungut Rp30.000 per KK selama lima bulan, dari bulan Mei sampai September,Dengan terkumpul anggaran selama lima bulan Rp 82000000,-(delapan puluh dua juta rupiah), "kata Yuda, Selasa (6/9).
Dia menambahkan, jalan yang menjadi sasaran perbaikan memiliki panjang sekitar 125 meter dengan lebar 5 meter.
Selain pengaspalan pada badan jalan, terdapat pula bagian depan sepanjang 15 meter persegi yang dilakukan penambalan.
“Panjang jalan yang dilaksanakan sepanjang 125 meter, lebar 5 meter. Untuk yang depan 15 meter persegi itu ada penambalan,” katanya.
Untuk konstruksi, perbaikan kata dia, dilakukan dengan metode hotmix menggunakan latasir kelas A. Ketebalan lapisan aspal yang digunakan mencapai 1,5 sentimeter.
Lebih lanjut dia mengatakan, pengerjaan fisik tidak dilakukan secara langsung oleh seluruh warga.
Masyarakat mempercayakan pelaksanaan pengaspalan kepada tim yang memang memiliki keahlian dan terbiasa mengerjakan pekerjaan pengaspalan jalan.
“Pelaksanaannya dikerjakan oleh tim ahli, tim yang biasa ngaspal,” jelasnya.
Sementara itu, masyarakat tetap memiliki peran dalam pengelolaan kebutuhan material. Pembelanjaan dilakukan untuk berbagai kebutuhan, di antaranya batu pecah ukuran 3/5, split, serta aspal.
Yuda menegaskan, setiap pembelanjaan material akan dilengkapi dengan nota sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Apabila setelah seluruh kebutuhan material terpenuhi masih terdapat sisa anggaran, dana tersebut akan dikembalikan kepada warga.
“Nanti akan ada notanya. Ketika ada kelebihan, nanti akan kembali lagi ke warga. Misalkan ada lebih Rp2 juta, nanti akan dikembalikan lagi kepada warga, sisa dari pembelanjaan material itu,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Yuda Prabowo menjadi salah satu pihak yang memberikan keterangan mengenai pelaksanaan perbaikan jalan secara swadaya tersebut.
Sementara itu, Mohammad Ishak Ansori yang merupakan Ketua RT 5 turut menjadi bagian dari masyarakat setempat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Perbaikan jalan melalui swadaya ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur lingkungan, dengan pembiayaan yang dikumpulkan bersama berdasarkan hasil musyawarah warga.
OIS


