Breaking News

Presiden Prabowo Salurkan 40 Becak Listrik di Sukabumi, Ayep Zaki: Pengentasan Kemiskinan Struktural


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Kepedulian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap masyarakat kecil diwujudkan melalui penyaluran 40 unit becak listrik gratis bagi penarik becak di Kota Sukabumi. 

Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban kerja para penarik becak, terutama mereka yang telah lanjut usia, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyambut baik penyaluran bantuan yang diberikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) tersebut. 

Menurutnya, bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Presiden terhadap para penarik becak yang selama bertahun-tahun masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.



Ayep menegaskan, persoalan kemiskinan, pengangguran, dan berbagai masalah sosial tidak cukup diselesaikan melalui bantuan sesaat. 

Penanganannya harus dilakukan secara struktural dengan melibatkan kepemimpinan pemerintahan, perangkat daerah, serta kalangan pengusaha.

“Untuk menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, dan masalah sosial itu harus diselesaikan secara struktural,” ujar Ayep, Minggu (18/10). 

Ia mengajak seluruh perangkat daerah dan pengusaha di Kota Sukabumi untuk mengedepankan kejujuran dan amanah dalam menjalankan tugas maupun kegiatan usaha. 

Ayep menilai, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan menjadi landasan penting dalam membangun daerah yang lebih baik.

Menurutnya, pelaksanaan pembangunan harus berjalan sesuai ketentuan, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah (Perda), hingga peraturan wali kota (Perwal) dan keputusan wali kota. 

"Dengan komitmen tersebut, berbagai persoalan sosial di Kota Sukabumi diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan," ujarnya.

Ayep juga menjelaskan bahwa becak listrik tersebut diperuntukkan bagi penggunaan umum, bukan hanya untuk kegiatan wisata. 



Adapun tarif jasa becak diserahkan kepada masing-masing penarik becak tanpa adanya ketentuan tarif khusus dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Oprasional Gerakan Solidaritas Nasional (GEN) Brighen TNI Purnawirawan Sudarwo Aris Nurcahyo menyampaikan penyaluran bantuan becak listrik merupakan bentuk kepedulian Prabowo Subianto terhadap para penarik becak, khususnya kelompok lanjut usia. 

Penerima bantuan diingatkan agar tidak menjual ataupun menyewakan becak listrik yang telah diberikan karena kendaraan tersebut ditujukan untuk membantu penerima manfaat dalam mencari nafkah.

"Secara nasional, jumlah becak listrik yang telah disalurkan disebut mencapai 13.040 unit. Dengan tambahan 40 unit untuk Kota Sukabumi, jumlah tersebut menjadi 13.080 unit," terangnya. 

Program penyaluran lanjut dia difokuskan di Pulau Jawa, dengan sejumlah daerah di Jawa Barat menjadi bagian dari tahapan distribusi berikutnya.

Dari sisi operasional, becak listrik tersebut memiliki jarak tempuh maksimal sekitar 30 kilometer dalam sekali penggunaan, dengan waktu pengisian daya kurang lebih empat jam. 

Kendaraan ini dapat mengangkut dua penumpang dan tetap dilengkapi pedal untuk mengantisipasi kondisi ketika daya baterai habis.

Untuk mendukung pemeliharaan, pihak yayasan menyebut kendaraan tersebut mendapatkan garansi selama satu tahun. 

Apabila terjadi kerusakan, Dinas Perhubungan setempat dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan koordinator becak listrik untuk menindaklanjuti laporan.

Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan fasilitas pengisian daya di sejumlah kantor perangkat daerah atau dinas. 

Ketersediaan fasilitas tersebut dinilai penting agar para penerima bantuan dapat mengoperasikan becak listrik secara lebih mudah dan berkelanjutan.

Penyaluran bantuan ini diharapkan bukan hanya memberikan kemudahan bagi para penarik becak, melainkan juga memperkuat perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. 

Bagi Pemerintah Kota Sukabumi, langkah tersebut sejalan dengan dorongan untuk menangani persoalan kemiskinan dan masalah sosial melalui kolaborasi, integritas, serta kebijakan yang dijalankan secara struktural. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA