Breaking News

Jelang Musda XI, Golkar Sukabumi Matangkan Konsolidasi dan Bidik Kemenangan Pemilu 2029


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Partai Golongan Karya (Golkar) mulai mematangkan konsolidasi organisasi dan strategi pemenangan politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI tingkat kabupaten dan kota se-Jawa Barat. 

Evaluasi hasil Pemilu 2024 menjadi pijakan untuk memperkuat struktur partai sekaligus menyiapkan target politik menghadapi Pemilu 2029.

Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa Barat V untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi, Feri Sri Astrina, mengatakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat tengah mengevaluasi capaian dan target politik di 27 kabupaten dan kota. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menata kembali kekuatan organisasi serta merumuskan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Feri pada Senin (19/10/2026). Ia menjelaskan, evaluasi tidak hanya menyangkut hasil kerja politik pada 2024, tetapi juga mencakup kesiapan pelaksanaan Musda XI di seluruh daerah di Jawa Barat.

“Dalam pelaksanaan konsolidasi organisasi, DPD Golkar Jawa Barat melaksanakan rapat evaluasi capaian dan target politik di 27 kota dan kabupaten pada pelaksanaan agenda politik tahun 2024," kata Feri. 

Pertemuan lanjut Feri juga membahas pelaksanaan Musda XI Partai Golkar di tingkat kota dan kabupaten se-Jawa Barat. 

Menurut dia, seluruh pelaksanaan Musda ditargetkan rampung pada November 2026. 

Karena itu, kesiapan struktur dan konsolidasi di setiap daerah menjadi perhatian agar agenda organisasi tersebut berjalan sesuai jadwal serta menghasilkan kepengurusan yang mampu menggerakkan partai secara efektif.

Bagi Golkar di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, momentum Musda XI juga menjadi kesempatan untuk menyusun arah perjuangan politik yang lebih terukur. 

Feri menilai, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan membutuhkan perencanaan sejak dini melalui penyusunan grand design atau rancangan besar pemenangan.

Perencanaan itu, lanjutnya, perlu mempertimbangkan kekuatan kader, kondisi organisasi, konsolidasi di tingkat daerah, serta kemampuan partai membangun basis dukungan masyarakat. 

Dengan demikian, target peningkatan capaian politik pada 2029 dapat ditopang oleh kerja organisasi yang sistematis.

Di tengah persiapan Musda XI, dinamika kepemimpinan DPD Partai Golkar Kota Sukabumi turut menjadi sorotan. 

Nama H. Gundar Kolyubi disebut telah memperoleh penyampaian mandat secara lisan dari pimpinan DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk memimpin kepengurusan periode 2025–2030.

Feri menerangkan, penyampaian tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Muttaqien bersama Sekretaris DPD Golkar Jawa Barat Ahmad Hidayat dalam pertemuan pada Rabu (14/10/2026) di Hotel Horison.

Penyampaian mandat secara lisan itu, menurut Feri, berlangsung di hadapan para ketua pimpinan kecamatan serta pimpinan organisasi sayap yang didirikan maupun mendirikan Partai Golkar. 

Pertemuan tersebut juga disaksikan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Sukabumi, H. Carli Dahlan, dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, H. Hasen.

Feri menilai, dukungan terhadap Gundar tidak terlepas dari peran sejumlah tokoh Golkar Kota Sukabumi. 

Ia menyebut Hj. Dewi Asmara, anggota DPR RI, Phinera Wijaya, anggota DPRD Jawa Barat serta mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami, sebagai tokoh yang memberikan dukungan kepada Gundar.

Dukungan tersebut dipandang sebagai salah satu modal politik untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang Musda XI. 

Namun, penyampaian mandat secara lisan tetap perlu dibedakan dari keputusan formal organisasi. Penetapan ketua dan kepengurusan DPD harus mengacu pada mekanisme Musda, ketentuan partai, serta keputusan resmi yang berlaku.

Dengan demikian, perkembangan posisi Gundar Kolyubi merupakan bagian dari dinamika politik internal Golkar Kota Sukabumi yang masih perlu ditempatkan dalam kerangka mekanisme organisasi. 

Kepastian kepemimpinan tetap bergantung pada proses dan keputusan formal sesuai aturan partai.

Feri berharap, kepemimpinan Gundar nantinya mampu membawa Golkar Kota Sukabumi menjadi organisasi yang semakin solid, kuat, dan efektif dalam menjalankan kerja politik. 

Menurut dia, soliditas tidak cukup dibangun di tingkat elite, tetapi harus menjangkau pimpinan kecamatan, kader, dan organisasi sayap partai.

Selain memperkuat struktur internal, Golkar juga perlu menyelaraskan target politik di tingkat kota dan kabupaten dengan strategi pemenangan yang disusun di tingkat provinsi. 



Sinkronisasi tersebut dinilai penting agar gerak organisasi berjalan searah dan setiap daerah memiliki perencanaan yang jelas dalam menghadapi persaingan politik.

Pemilu 2029 menuntut persiapan yang lebih terukur, mulai dari penguatan kaderisasi, pemantapan basis dukungan, hingga peningkatan kepercayaan masyarakat. 

Karena itu, keberhasilan konsolidasi tidak semata-mata ditentukan oleh dukungan elite atau penetapan seorang ketua, tetapi juga oleh kemampuan partai membangun kerja kolektif dan menghadirkan langkah politik yang menjawab kebutuhan publik.

Musda XI menjadi momentum strategis bagi Golkar untuk menata kepengurusan, memperkuat konsolidasi, dan merumuskan langkah menuju Pemilu 2029. 

Dengan target penyelesaian Musda pada 25 November 2026 sebagaimana disampaikan dalam agenda konsolidasi tersebut, Golkar di Kota dan Kabupaten Sukabumi dihadapkan pada pekerjaan penting untuk memastikan kesiapan organisasi berjalan beriringan dengan strategi peningkatan capaian politik. 

015

BACA JUGA BERITA LAINNYA