Satukan 140 Unsur LKK dalam Alam Terbuka, Gedongpanjang Bangun Kekompakan untuk Pelayanan Warga
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, memilih pendekatan berbeda dalam memperkuat sinergi dan kekompakan unsur kelembagaan di wilayahnya.
Sebanyak 140 peserta dari berbagai unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dikumpulkan dalam kegiatan capacity building yang dikemas di alam terbuka, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan bertema “Berbeda Pikiran, Satu Tujuan, Gedong Panjang Hebat” tersebut dilaksanakan di Taman Rekreasi Cakrawala, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
Lurah Gedongpanjang, Hauwera Aulia Handayani, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang dengan konsep berbeda. Seluruh unsur LKK yang biasanya menjalankan pembinaan secara terpisah, kali ini disatukan dalam satu kegiatan.
Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
“Tujuannya untuk memperkuat kebersamaan, kekompakan, serta semangat pelayanan kepada masyarakat. Seluruh unsur kelembagaan kami hadirkan bersama dalam satu kegiatan,” ujar Hauwera.
Sebanyak 140 peserta terdiri dari enam RW, 30 RT, 22 anggota PKK Kelurahan, 44 kader Posyandu, 36 anggota Linmas, serta dua orang perwakilan Karang Taruna.
Untuk menuju lokasi kegiatan, peserta diberangkatkan dari Kelurahan Gedongpanjang menggunakan tiga unit Bus Tayo Dishub Sukabumi atau BRT Trans Sukabumi.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan delapan angkutan kota.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dan Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranti Rachmatilah.
Hauwera menilai setiap unsur LKK memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Namun, keberhasilan pembangunan di tingkat kelurahan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antarelemen.
Karena itu, kegiatan capacity building tersebut diharapkan dapat menyatukan seluruh unsur dalam satu gerak dan satu tujuan.
“Semua kami satukan agar semakin kompak, solid, dan bergerak dalam satu tujuan,” ungkapnya.
Tidak hanya diisi dengan penyampaian materi dan sosialisasi, kegiatan juga menghadirkan berbagai permainan serta aktivitas yang menekankan pentingnya kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan kekompakan.
Konsep alam terbuka dipilih untuk memberikan suasana baru sekaligus menjadi sarana penyegaran bagi para pengurus lembaga kemasyarakatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Bangga Melayani, Gedong Panjang di Hati”, Hauwera berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan motivasi seluruh peserta dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
“Harapannya RT, RW dan seluruh LKK bisa kembali refresh, semakin termotivasi, dan lebih optimal dalam melayani masyarakat. Mereka merupakan perpanjangan tangan kami di wilayah,” katanya.
Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan sejumlah program strategis Pemerintah Kota Sukabumi yang membutuhkan peran aktif masyarakat dan unsur LKK.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui optimalisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2.
Hauwera menyebut Kelurahan Gedongpanjang sebelumnya berhasil mencatatkan capaian pembayaran PBB tertinggi di Kota Sukabumi. Atas capaian tersebut, kelurahan itu mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Sukabumi.
Selain persoalan pendapatan daerah, pihak Kelurahan Gedongpanjang juga terus melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam program penyerapan tenaga kerja, termasuk bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.
“Sudah ada beberapa warga yang kami dampingi untuk berangkat bekerja ke luar negeri melalui program yang tersedia. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus kami lakukan,” jelasnya.
Isu lingkungan turut menjadi bagian dari perhatian dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Kelurahan Gedongpanjang membagikan tempat penampungan botol plastik kepada setiap RW sebagai langkah awal mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah.
Sampah botol plastik yang terkumpul nantinya diharapkan dapat dikelola melalui Bank Sampah Unit Mandiri. Selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang, pengelolaan tersebut juga diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan RW.
“Pemerintah kelurahan memfasilitasi agar masyarakat mulai terbiasa memilah sampah dari sumbernya. Nantinya sampah plastik yang terkumpul bisa dikelola dan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kelurahan Gedongpanjang berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan berbagai program kewilayahan.
Sementara itu, Camat Citamiang Aries Ariandi mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kelurahan Gedongpanjang dalam menyatukan seluruh unsur LKK melalui kegiatan capacity building.
Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan seluruh unsur kelembagaan dalam satu forum seperti ini menjadi yang pertama dilaksanakan di wilayah Kecamatan Citamiang.
Meski secara substansi pembinaan LKK memiliki kesamaan dengan kegiatan yang dilakukan di kelurahan lain, Aries menilai konsep kebersamaan yang diterapkan Gedongpanjang memiliki keunggulan tersendiri.
“Yang membedakan adalah bagaimana seluruh LKK disatukan untuk membangun kebersamaan dan memiliki satu visi dalam memajukan Kelurahan Gedongpanjang,” ujarnya.
Melalui semangat berbeda pikiran, namun tetap satu tujuan, seluruh unsur LKK diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dan menjadi kekuatan bersama dalam membangun Gedongpanjang yang semakin maju, solid, dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
OIS

