Dapur Al-Fath Siap Gebrak MBG, Operasional Masih Menanti Penataan BGN
SUKABUMI," Beritaekspos.com - Dapur Santri Pondok Pesantren Modern Al-Fath yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi.
Selangkah lagi tinggal menunggu lampu hijau untuk beroperasi. Seluruh fasilitas dapur disebut telah rampung 100 persen.
Pimpinan Ponpes Modern Al-Fath, KH Fajar Laksana, menyampaikan kondisi tersebut saat mendampingi kunjungan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) ke lokasi Dapur Santri, Minggu (9/8/2026).
Menurut KH Fajar, pembangunan dan berbagai persyaratan yang dibutuhkan telah dipenuhi.
Dari sisi kesiapan sarana, dapur tersebut dinilai sudah layak untuk menjalankan aktivitas penyediaan makanan dalam program MBG.
“Dapur Santri ini sudah selesai 100 persen. Cuma kadang ada masalah di BGN, maka kemudian ditunda operasionalnya,” kata KH Fajar.
Ia menjelaskan, persoalan yang terjadi di internal Badan Gizi Nasional (BGN) turut berdampak terhadap proses operasional sejumlah dapur yang sebelumnya telah menjalani tahapan persiapan.
Pihak Al-Fath pun memilih menunggu proses pembenahan dan penataan yang sedang dilakukan pemerintah.
Bagi mereka, penyempurnaan tata kelola menjadi hal penting agar pelaksanaan MBG ke depan dapat berlangsung lebih tertib dan memberikan kepastian kepada seluruh pihak.
“Kita termasuk yang sudah proses, cuma ada musibahlah. Ada musibah oknum yang melakukan pelanggaran sehingga sampai hari ini belum ada,” ujarnya.
KH Fajar berharap persoalan tersebut segera dituntaskan sehingga dapur yang telah disiapkan dengan berbagai fasilitas itu tidak terlalu lama menganggur dan dapat segera memberikan manfaat kepada penerima program.
“Kita berharap kepada Pak Presiden agar cepat ada kerapihan dan penyempurnaan,” tuturnya.
Bagi Ponpes Modern Al-Fath, program MBG bukan sekadar program bantuan makanan.
Kehadiran dapur tersebut dinilai sangat strategis karena pesantren selama ini memberikan layanan pendidikan kepada santri tanpa membebankan biaya pendidikan.
“Pesantren kami memang sangat membutuhkan MBG karena santrinya tidak bayar, gratis. Jadi sangat membantu,” kata KH Fajar.
Kebutuhan tersebut juga tidak hanya berkaitan dengan santri. Lingkungan pendidikan Al-Fath turut menaungi mahasiswa dalam jumlah besar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
KH Fajar menyebut jumlah mahasiswa yang mendapatkan fasilitas di lingkungan tersebut hampir mencapai 1.000 orang.
Dalam pendataan yang lebih luas, jumlah mahasiswa bahkan disebut mencapai lebih dari 1.500 orang dan berasal dari sekitar 24 provinsi.
Besarnya jumlah peserta didik tersebut membuat kebutuhan terhadap penyediaan makanan bergizi menjadi cukup signifikan.
Karena itu, keberadaan Dapur Santri diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan aktivitas pendidikan di lingkungan Al-Fath.
Pada tahap awal, dapur tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Namun, sampai saat ini pihak pengelola belum mendapatkan kepastian kapan operasional dapat dimulai.
“Kita juga belum tahu. Kita menunggu saja, sabar menunggu. Harapan kami secepatnya,” tandas KH Fajar.
Ois



