Polres Sukabumi Kota Kerahkan 150 Personel, Penyebab Kebakaran TPA Cikundul Diselidiki
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Penanganan kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, memasuki hari ketiga.
Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, Polri menerjunkan sekitar 150 personel dalam operasi penanganan kebakaran tersebut.
Mereka bergabung dengan sekitar 100 personel TNI serta unsur pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.
"Personel keseluruhan, sekitar 400 personel mengikuti apel gabungan pada pagi hari sebelum diterjunkan ke sejumlah titik penanganan kebakaran," kata AKBP Sentot.
Dalam proses pemadaman, petugas membagi kawasan terdampak ke dalam tiga sektor, yakni sektor A, B dan C.
Penanganan tidak hanya dilakukan dengan menyemprotkan air, tetapi juga melalui proses penguraian tumpukan sampah menggunakan alat berat.
Penguraian dilakukan dengan ekskavator maupun backhoe untuk membuka bagian dalam tumpukan sampah yang masih menyimpan bara.
Setelah material diurai kata AKBP Sentot, petugas pemadam secara bersamaan menyemprotkan air agar bara yang berada di dalam dapat dijangkau dan didinginkan.
Langkah tersebut dinilai penting karena kebakaran pada timbunan sampah tidak hanya berada di permukaan.
"Bara dapat merambat di bagian bawah tumpukan sehingga sewaktu-waktu kembali memunculkan api di lokasi berbeda," kata Perwira Menengah Polri itu.
Dia menambahkan, untuk memastikan titik-titik yang telah dipadamkan benar-benar aman, petugas juga menyiapkan pemeriksaan menggunakan alat termal.
Pengukuran dilakukan untuk mendeteksi bagian yang masih memiliki suhu tinggi atau menyimpan bara di dalam tumpukan.
Hasil pemeriksaan termal nantinya menjadi dasar bagi petugas untuk kembali melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik yang masih menunjukkan adanya panas.
Salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran TPA Cikundul adalah ketersediaan air.
"Jarak sumber air dari Sungai Cimandiri membuat mobil pemadam membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan pengisian ulang," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, sebanyak 15 tangki air disiagakan di lokasi sehingga kendaraan pemadam tidak harus terlalu sering bolak-balik mengambil air.
Selain penanganan darurat, pemerintah bersama jajaran terkait juga mulai membahas pembangunan sumber air permanen di sekitar kawasan TPA.
Alternatif yang dikaji antara lain pembangunan sumur bor atau sumber air artesis serta bak penampungan air bawah tanah di sejumlah titik.
Sementara itu, Polres Sukabumi Kota memastikan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Polisi tengah mencari titik awal munculnya api dan mendalami faktor yang menyebabkan kebakaran terjadi di sejumlah lokasi berbeda.
Kapolres menegaskan, apabila hasil penyelidikan menemukan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran, pihaknya akan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Munculnya titik api baru yang lokasinya berjauhan juga menjadi bagian yang didalami kepolisian.
Selain kemungkinan adanya faktor manusia, polisi turut mempertimbangkan faktor lain seperti angin maupun rambatan bara di bawah timbunan sampah.
“Kalau memang ada indikasi sengaja dibakar, kita akan proses sesuai hukum yang berlaku. Kita tidak tebang pilih,” tegasnya.
Dengan pola penanganan yang melibatkan pemadaman, penguraian, pendinginan hingga pemeriksaan termal, petugas menargetkan titik-titik api dapat dikendalikan sekaligus mencegah keb
akaran kembali meluas.
Ois



