Ketua DPRD Kota Sukabumi Soroti Minimnya BTT Saat Penanganan Kebakaran TPA Cikundul
SUKABUMI — Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menyoroti ketersediaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
Ucapan tersebut disampaikan saat terjadinya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, yang mulai terjadi sejak Senin (26/9/2026) malam.
Menurut Wawan, ketersediaan BTT menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat pemerintah daerah. Anggaran tersebut dinilai dibutuhkan untuk menghadapi kondisi darurat dan kejadian tidak terduga yang memerlukan penanganan secara cepat.
Wawan menyebut, secara ideal anggaran BTT untuk Kota Sukabumi setidaknya berada di angka Rp10 miliar dalam satu tahun.
Ia mengatakan, sebelumnya besaran BTT sempat mencapai sekitar Rp10 miliar. Namun, dalam proses penyesuaian anggaran, terjadi pengurangan karena adanya kebutuhan pembiayaan pada program lainnya.
"BTT ini harus ditingkatkan. Tadi juga saya ngomong sama Pak Sekda, memang idealnya itu buat Sukabumi minimal Rp10 miliar untuk setahun,” ujar Wawan, Senin (28/9/2026) malam.
Wawan menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi anggaran tersebut adalah adanya kebutuhan pembiayaan program Universal Health Coverage (UHC). Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan refocusing terhadap sejumlah anggaran untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Memang kita sangat senang sekali, karena kemarin itu sudah Rp10 miliar, cuma dikurangi lagi,” katanya.
Persoalan ketersediaan anggaran tersebut turut menjadi perhatian di tengah penanganan kebakaran TPA Cikundul.
Dalam proses pemadaman, sempat terjadi kendala operasional kendaraan pemadam kebakaran yang disebut mengalami kehabisan solar. Kondisi tersebut berdampak terhadap kelancaran proses penanganan kebakaran.
Bahkan, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang mengetahui kondisi tersebut disebut sempat menggunakan uang pribadinya untuk membeli solar guna mendukung operasional kendaraan pemadam kebakaran.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu gambaran mengenai pentingnya kesiapan dukungan anggaran dalam menghadapi kondisi darurat.
Wawan menegaskan, pemerintah daerah dan DPRD perlu terus melakukan upaya agar keterbatasan anggaran tidak kembali menjadi kendala ketika terjadi keadaan darurat di wilayah Kota Sukabumi.
“UHC juga masuk kemarin, namun di sana ada BTT dan anggaran-anggaran yang lainnya, jadi ada refocusing,” jelasnya.
Wawan menyampaikan, kondisi fiskal daerah memang menjadi salah satu tantangan dalam menentukan besaran alokasi anggaran. Namun, menurutnya, kebutuhan terhadap anggaran darurat tetap harus menjadi perhatian.
Ia meminta agar pemerintah daerah memahami pentingnya menjaga kapasitas BTT sehingga ketika terjadi bencana atau kondisi darurat lainnya, penanganan dapat dilakukan tanpa terkendala persoalan pembiayaan.
015
“Jadi mohon dipahami, ini juga karena kembali anggaran itu kita sangat lemah,” ujarnya.
Meski demikian, Wawan memastikan pihaknya akan terus berupaya mendorong penguatan kemampuan anggaran daerah.
“Kita berjuang ya, jangan sampai terjadi lagi kebakaran-kebakaran ini,” pungkasnya.
015

