Breaking News

Hari Kesaktian Pancasila, Ayep Zaki Soroti Rasa Keadilan Sosial dan Ketimpangan Pendidikan


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Sukabumi menjadi ruang refleksi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat. 

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menilai, semangat Pancasila harus diterjemahkan ke dalam langkah konkret, terutama dalam memastikan keadilan sosial dan akses pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Ayep usai pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Balai Kota Sukabumi, Kamis (1/10/2026).

Menurut Ayep, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dikenang melalui momentum tahunan. Prinsip keadilan yang terkandung di dalamnya harus mampu diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Ia menyoroti sektor pendidikan sebagai salah satu persoalan yang masih membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data yang disebutnya, jumlah warga Kota Sukabumi yang mencapai jenjang pendidikan S3 masih sekitar 89 orang.

Di saat yang sama, Ayep menyebut masih terdapat warga yang memiliki KTP tetapi belum memiliki ijazah pendidikan dasar. 

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa akses dan hasil pembangunan pendidikan masih perlu diperbaiki.

"Saya bicara data. Bagaimana eksekutor-eksekutor yang bisa menyelesaikan permasalahan pendidikan, pengangguran, kemiskinan. Itu bagaimana eksekusinya," ujar Ayep.

Ia menilai Kota Sukabumi sebenarnya tidak kekurangan gagasan, pemikiran maupun masukan. 

Tantangannya adalah memastikan berbagai gagasan tersebut tidak berhenti dalam pembahasan, melainkan dilanjutkan dengan pelaksanaan yang terukur.

"Kita perlu eksekutor-eksekutor. Pemikir banyak sekali, gagasan dan masukan juga banyak. Tetapi bagaimana implementasinya, itu yang penting," katanya.

Ayep juga mengaitkan persoalan pendidikan dengan upaya mewujudkan keadilan sosial. 

Menurutnya, Pancasila baru benar-benar dirasakan maknanya apabila berbagai persoalan mendasar masyarakat dapat ditangani secara nyata.

"Faktanya kemiskinan belum selesai. Faktanya pendidikan masih rendah. Itu yang harus kita selesaikan," tegasnya.



Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menilai peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus memperkuat persatuan antara pemerintah, masyarakat dan seluruh unsur yang memiliki peran dalam pembangunan.

Ia menyebut pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Namun, pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.

"Jangan hanya seremonial membacakan Pancasila, tetapi harus menjadi pemersatu seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat, pemerintah dan seluruh stakeholder," ujarnya.

Mengenai persoalan pendidikan, ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan. 

Ia juga menyinggung wacana pemerintah pusat mengenai pendidikan gratis mulai jenjang TK negeri hingga perguruan tinggi negeri yang diharapkan dapat diwujudkan melalui perencanaan yang matang.

Di tingkat daerah, pembangunan Kota Sukabumi juga dinilai tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. 

Masyarakat memiliki peran penting untuk ikut mengawal sekaligus mendukung berbagai program pembangunan.

"Semua elemen harus bergerak bersama. Pemerintah tanpa sokongan dan dukungan masyarakat tidak akan sukses," pungkasnya. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA