Breaking News

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Ingatkan Gen Z Bijak Saring Informasi


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat. 

Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PDIP Raden Koesoemo Hutaripto menilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman bangsa di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi digital.

Ia mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna penting bagi bangsa Indonesia, terutama dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

“Intinya kita berpatokan, berpedoman bahwa Pancasila itu adalah ideologi kita, dasar kita,” ujarnya.

Menurutnya, Pancasila merupakan lima dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Nilai tersebut, kata dia, juga menjadi landasan dalam menjalankan demokrasi di Indonesia yang memiliki karakter berbeda dengan demokrasi liberal maupun demokrasi sosialis.

“Dengan Pancasila ini kita dapat mengamalkan lima sila sebagai patokan hidup kita. Alhamdulillah negara kita dengan lima sila ini berpatokan pada demokrasi Pancasila,” kata Raden, Rabu (30/9). 

Ia juga menyinggung bahwa sejumlah aspek sejarah terkait peristiwa yang melatarbelakangi Hari Kesaktian Pancasila hingga kini masih menjadi bahan kajian. 

Karena itu ujar Raden, masyarakat perlu memahami sejarah secara proporsional dan tidak mudah menerima informasi yang belum terverifikasi.

“Kalau dari bahasa sejarah masih agak debatable. Sampai hari ini pun masih ada pengkajian,” tuturnya.

Lebih jauh, ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada seremoni, tetapi mampu membuat nilai-nilai Pancasila benar-benar membumi di tengah masyarakat.

“Harapannya dengan Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober, Pancasila bisa meresap, bisa membumi di warga, dan Pancasila menjadi dasar pandangan umum daripada bangsa Indonesia. Insyaallah dengan Pancasila bangsa ini akan maju,” ungkapnya.

Pesan khusus juga disampaikannya kepada generasi Z yang saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat. 

Ia meminta generasi muda tetap memegang nilai Pancasila meskipun zaman terus mengalami perubahan.

“Untuk Gen Z saya harapkan meskipun zaman sudah berubah, tapi Pancasila tidak lekang dimakan oleh waktu,” katanya.

Ia mendorong generasi muda untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai Pancasila, mulai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks, terutama ketika menerima informasi sejarah maupun isu yang beredar melalui media sosial.

Menurutnya, masyarakat perlu mengutamakan sumber informasi yang memiliki kanal resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Sikap kritis semakin penting karena perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat konten manipulatif semakin sulit dibedakan dari informasi yang benar.

“Hoaks itu berbahaya. Jadi sekarang percayai saluran-saluran atau kanal-kanal berita ataupun medsos yang official,” tegasnya.

Ia menilai perkembangan AI juga menghadirkan tantangan baru dalam memastikan keaslian sebuah informasi, termasuk foto maupun materi visual yang beredar di ruang digital.

Karena itu, ia mendorong adanya kemampuan forensik AI yang dapat membantu mengidentifikasi konten hasil manipulasi teknologi.

“Saya rasa aparatur juga perlu ada forensik AI ke depan. Satu bagian yang bisa meneliti ini, susunan gambarnya, bundling AI dan lain-lain, karena antara gambar yang realistis dengan AI itu sekarang hampir mirip,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kecakapan masyarakat dalam menyaring informasi. Setiap informasi yang diterima, kata dia, perlu diperiksa kembali kebenaran dan akurasinya sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.

“Ke depannya kita pun sebagai masyarakat harus bijak dalam menerima informasi, bagaimana informasi ini benar, akurat atau tidak,” pungkasnya. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA