RT, RW dan Linmas Didorong Jadi Penggerak Program Strategis Pemerintah Kota Sukabumi
SUKABUMI-Beritaekspos.com – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendorong RT, RW, dan Linmas memperluas peran di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi administratif dan menjaga keamanan lingkungan, unsur kewilayahan juga diminta aktif membantu pemerintah mengawal sejumlah program strategis.
Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki saat membuka kegiatan Pembinaan Sadar Hukum kewilayahan yang menghadirkan narasumber dari Kejaksaan, Kamis (20/8/2026). Menurut Ayep, kedekatan RT, RW, dan Linmas dengan masyarakat menjadi modal penting untuk menyampaikan berbagai program pemerintah hingga tingkat lingkungan.
“Mereka saya kasih tugas, Pak RT, Pak RW, Linmas untuk berperan aktif,” ujar Ayep.
Dalam arahannya, Ayep menyampaikan lima fokus yang perlu mendapat perhatian unsur kewilayahan, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat membayar opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), membantu optimalisasi penerimaan PBB-P2, mendata calon pekerja migran Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi, menggerakkan program “Sadar Baznas”, serta memperkuat kesadaran hukum masyarakat.
Terkait pekerja migran, Ayep meminta RT dan RW ikut membantu menemukan serta mendata warga yang memiliki minat bekerja ke luar negeri. Menurutnya, calon pekerja akan mendapatkan pembekalan bahasa dan keterampilan selama enam bulan sebelum diberangkatkan.
Biaya pelatihan hingga keberangkatan disebut berkisar Rp35 juta sampai Rp70 juta per orang. Namun, warga disebut cukup menyiapkan dana awal sekitar Rp5 juta, sedangkan kebutuhan lainnya dapat diupayakan melalui fasilitas KUR dari bank BUMN.
“Cukup membayar Rp5 juta saja. Sisanya akan pinjam ke BJB maupun ke BNI, maupun juga ke bank-bank BUMN yang memberikan KUR untuk pekerja migran Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, Ayep mengajak masyarakat memperkuat gerakan “Sadar Baznas” dengan menyisihkan Rp1.000 per orang setiap pekan untuk zakat, infak, dan sedekah. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan Baznas Kota Sukabumi dari target Rp5,6 miliar menjadi Rp8 miliar dalam satu tahun.
“Targetnya satu orang Rp1.000 saja seminggu untuk Baznas. Sehingga target Baznas satu tahun ini dari Rp5,6 miliar kita naikkan jadi Rp8 miliar,” tegasnya.
Sementara dalam aspek hukum, pembinaan kewilayahan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aturan serta mendorong budaya taat hukum dengan menjunjung kebenaran, keadilan, dan kejujuran.
Lurah Baros Neneng Yuliani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas RT, RW, dan Linmas agar mampu menjalankan tugas secara lebih optimal. Kegiatan difasilitasi melalui anggaran Dankel dan menjadi bagian dari program pemberdayaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Sebanyak 54 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari 18 RW di wilayah Kelurahan Baros dengan keterwakilan unsur RT dan Linmas.
Neneng berharap materi yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas serta pelayanan kepada masyarakat.
“Para ketua RW, RT, serta anggota Linmas juga diminta memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung kinerja kewilayahan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ois


