Breaking News

Khitanan Massal di Yayasan Al-Furqan Disambut Antusias Warga


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Ikatan Dokter Indonesia bersama Yayasan Al-Furqan kembali menggelar kegiatan khitanan massal bagi masyarakat kurang mampu, Ahad (24/5/2026). Kegiatan sosial tersebut berlangsung di lingkungan Masjid Jami Al-Furqan dan menjadi bagian dari rangkaian menyambut Idul Adha.

Dalam acara sunatan masal yg di gelar di Masjid Al-furqan  Kebon jati,di hadiri oleh Lurah Kebon jati Yunan Ananda dan tokoh masyarakat. 

Ketua IDI Kota Sukabumi, dr. Asep Tajul Muttaqin mengatakan, pelaksanaan khitanan massal tahun ini dilakukan secara terbatas demi menjaga kualitas pelayanan dan kenyamanan peserta.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi sehingga jika tidak dibatasi jumlah peserta diperkirakan akan membludak. Ia menyebut pihak penyelenggara telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola kegiatan serupa.

Dalam proses pelaksanaannya, tim medis menggunakan metode modifikasi konvensional dipadukan dengan elektro cauter bertegangan rendah. Teknik tersebut dinilai mampu meminimalkan kerusakan jaringan sekaligus mempercepat penghentian pendarahan.

“Tim rumah khitan yang terlibat sekitar 30 orang. Selain pelayanan kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pelatihan bagi dokter muda yang sedang magang,” ujar Asep Tajul.

Ia menambahkan, proses khitan berlangsung cukup cepat dengan rata-rata waktu tindakan sekitar 30 detik untuk setiap peserta. Masyarakat yang berminat mendapatkan layanan khitan juga dapat menghubungi RS Asy-Syifa maupun pihak rumah khitan.



Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Furqan Ahmad Farid menjelaskan kegiatan khitanan massal telah dua kali dilaksanakan setiap momentum Bulan Dzulhijjah. Program tersebut, kata dia, merupakan upaya melanjutkan amanat para tokoh terdahulu yang ingin Masjid Jami Al-Furqan tetap aktif menghadirkan kegiatan sosial bagi masyarakat.

“Tahun ini ada peningkatan peserta dibanding tahun sebelumnya. Dulu sekitar 20 anak, sekarang mencapai 30 peserta,” ungkapnya.

Farid menuturkan, kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengkhitankan anak-anak mereka. Bahkan peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari wilayah Kebonjati, tetapi juga dari luar daerah sekitar Sukabumi. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA