Breaking News

AMM Geruduk Balai Kota, Protes Larangan Salat Id Muhammadiyah di Lapang Merdeka


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Puluhan massa dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2026). 

Aksi ini merupakan respons atas kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi yang melarang penggunaan Lapang Merdeka untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri oleh warga Muhammadiyah pada Maret lalu.

Massa aksi berasal dari Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukabumi Raya serta Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sukabumi (BEM FIS UMMI). 

Mereka menuntut kejelasan langsung dari Wali Kota Sukabumi terkait alasan penolakan penggunaan ruang publik tersebut.

Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Diki Agustina, dalam orasinya menegaskan bahwa kebijakan tersebut dinilai tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kebebasan beribadah dan keberagaman.

Ia menyebut, pemerintah seharusnya mampu menempatkan peran sebagai pengatur tanpa terkesan membatasi hak masyarakat. 

Menurutnya, ketika akses ruang publik untuk kegiatan ibadah dipersulit, hal itu mencerminkan adanya kekeliruan dalam perspektif kebijakan.

Diki juga menilai terdapat ketidaksesuaian antara citra Kota Sukabumi sebagai daerah yang menjunjung toleransi dengan praktik di lapangan. 

Ia menyinggung komitmen Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang sebelumnya menjanjikan keterbukaan ruang publik, termasuk untuk kegiatan keagamaan.

Namun, kebijakan yang terjadi saat ini dianggap bertolak belakang dengan komitmen tersebut.

Dalam aksinya, AMM menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mengecam inkonsistensi kebijakan wali kota, mendesak adanya permohonan maaf secara terbuka kepada publik, serta meminta Sekretaris Daerah membuka secara transparan proses penolakan penggunaan Lapang Merdeka.

Selain itu, massa juga mendorong revisi Peraturan Wali Kota Nomor 19 Tahun 2025 tentang penggunaan Kompleks Lapang Merdeka, agar kegiatan keagamaan dapat diakomodasi. 

Mereka juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap proses perumusan kebijakan.

Aksi tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi. Namun, massa mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Sukabumi.

Sebagai bentuk protes simbolik, massa kemudian membakar ban bekas di Plaza Balai Kota Sukabumi sebelum akhirnya membubarkan diri secara tertib. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA