Breaking News

Pemkot Sukabumi Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan Lewat Penurunan Pengangguran




SUKABUMI, -beritaekspos. com. -

Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan melalui upaya penurunan pengangguran dan penguatan program perlindungan sosial yang terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat membuka Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Sosial Perencanaan Tahun 2027, Selasa (3/2/2026).

Bobby menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan memiliki keterkaitan langsung dengan angka pengangguran. Ketika pengangguran meningkat, maka kemiskinan pun ikut terdongkrak. Sebaliknya, jika lapangan kerja bertambah dan pengangguran menurun, maka kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong penciptaan lapangan kerja sebagai strategi utama pengentasan kemiskinan. Namun, upaya tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat agar target penurunan kemiskinan dapat tercapai secara berkelanjutan,” ujar Bobby.




Ia juga menegaskan pentingnya sinkronisasi program antarperangkat daerah, termasuk program Rutilahu yang sejalan dengan Rumah Sejahtera Terpadu dari Kementerian Sosial. Saat ini seluruh SKPD telah menerapkan Key Performance Indicator agar setiap program terukur, tepat sasaran, dan dievaluasi secara rutin setiap bulan.

Program 12 PAS dipastikan tetap berlanjut karena dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini melibatkan sinergi antara Dinas Sosial, perbankan, dan Baznas sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat rentan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Een Rukmini, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 Dinas Sosial akan fokus pada keberlanjutan program-program prioritas, salah satunya Program Berbagi Berkah.

Ia menegaskan bahwa Dinas Sosial memiliki tanggung jawab besar dalam penanganan kelompok rentan, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, anak terlantar, hingga gelandangan dan pengemis. 

Di tingkat kelurahan, sebagian besar warga masih berada pada kelompok ekonomi terbawah, sementara jangkauan bantuan masih terbatas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinsos terus melakukan inovasi melalui pemberdayaan disabilitas berbasis potensi dan kreativitas, penguatan ekonomi melalui program Pelita, serta pengembangan kepedulian sosial bagi lansia dengan konsep satu ASN satu lansia.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di Kota Sukabumi.

OIS

BACA JUGA BERITA LAINNYA