Ratusan RT/RW Turun ke Jalan, Desak Wali Kota Sukabumi Penuhi Janji dan Pulihkan Kepercayaan Publik
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Sekitar 500 pengurus RT dan RW yang tergabung dalam Forum Komunikasi RT/RW Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026).
Aksi yang mengambil start dari Gedung Juang 45 itu berlangsung sejak pagi hingga siang hari sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Pendemo menyuarakan sejumlah kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi yang dinilai belum memenuhi harapan masyarakat.
Dengan membawa mobil komando, spanduk, poster, dan pengeras suara, massa menyampaikan berbagai tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi.
Sejumlah tulisan bernada kritik tampak menghiasi lokasi aksi, sementara peserta secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti janji politik, keberlangsungan program pemberdayaan masyarakat, hingga persoalan insentif RT dan RW.
Koordinator aksi, Mauly Fahlevi Prawira, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut bukan bertujuan menciptakan kericuhan, melainkan menagih komitmen yang sebelumnya pernah disampaikan kepada masyarakat.
"Massa hanya menuntut Wali Kota Sukabumi hadir secara langsung untuk berdialog terbuka sekaligus memberikan penjelasan atas berbagai persoalan yang menjadi sorotan para pengurus lingkungan," kata dia.
Dalam suasana yang cukup panas peserta aksi menyoroti sejumlah isu, mulai dari kelanjutan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), pembayaran insentif RT/RW, dana kelurahan, hingga realisasi program Dana Abadi Rp10 juta per RT.
Di mana semua itu menjadi bagian dari janji politik. Massa juga mempertanyakan sejumlah program yang dianggap belum memiliki penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian komunikasi dan audiensi yang sebelumnya telah dilakukan Forum Komunikasi RT/RW dengan DPRD Kota Sukabumi.
Karena merasa berbagai aspirasi belum mendapatkan kepastian, para peserta akhirnya memilih turun langsung ke jalan untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka kepada pemerintah daerah.
Di tengah aksi, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Sukabumi menemui massa. Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan peserta aksi telah diterima dan akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Sukabumi.
DPRD juga menegaskan komitmennya untuk mengawal program-program yang dinilai penting bagi masyarakat, termasuk keberlanjutan P2RW dan ketepatan pembayaran insentif RT/RW.
Momen yang cukup menyita perhatian terjadi ketika sebagian peserta aksi meminta DPRD menandatangani fakta integritas terkait dorongan penggunaan hak angket terhadap Wali Kota Sukabumi.
Sejumlah anggota dewan dari beberapa fraksi diketahui memberikan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi yang berkembang di tengah massa aksi.
Menanggapi tuntutan yang disampaikan, Pemerintah Kota Sukabumi melalui pernyataan resmi Wali Kota Ayep Zaki menyebut pihaknya memahami kegelisahan para RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf apabila terjadi perbedaan pemahaman terkait keberadaan forum RT/RW yang sebelumnya menjadi polemik di tengah masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program P2RW pada perubahan anggaran tahun 2026.
Berikutnya merealisasikan pembayaran insentif RT/RW tepat waktu, serta membuka ruang komunikasi dan dialog dengan seluruh elemen masyarakat.
Sementara terkait program Dana Abadi, pemerintah menyatakan masih perlu melakukan pembahasan lebih lanjut dengan DPRD serta berkonsultasi dengan pemerintah pusat karena mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang belum sepenuhnya memadai.
Meski diwarnai kritik tajam, tuntutan politik, dan pernyataan mosi tidak percaya terhadap Wali Kota Sukabumi, aksi yang berlangsung lebih dari lima jam tersebut berakhir dalam keadaan aman dan kondusif.
Aparat keamanan, peserta aksi, DPRD, serta pemerintah daerah mampu menjaga situasi tetap terkendali hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Ois

