Breaking News

Polsek Banyuresmi Polres Garut, Monitoring Penerapan Prokes di SMP N 1 Banyuresmi




GARUT, beritaekspos.com - 
Kapolsek Banyuresmi bersama Forkopimcam selaku satgas penanganan Covid-19 melakukan monitoring penerapan prokes Covid 19 di Sekolah SMPN 1 Banyuresmi.

Har ini, hari pertama kali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di massa PPKM Level 3 di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Senin, 23 Agustus 2021 Pukul 10.00 WIB.

Dalam pelaksanaan monitoring tersebut dihadiri oleh Camat Banyuresmi H. Jujun Juhana S. Sos. M.Si, Kapolsek Banyuresmi Kompol Supian B.J.SH, Danramil 1110/Banyuresmi Kapten Infantri Enjang Santana.


Hadir pula pengawas dan pembina SMP Dinas Pendidikan wilayah Banyuresmi Beni Budi Setiana S. Pd. MM, Kepala Sekolah SMPN 1 Banyuresmi Wawan Setiawan S.Pd. MM, Kasi Trantib Kecamatan Banyuresmi Sobur, Panit II Int Sek Banyuresmi.

Kapolsek Banyuresmi Kompol Sopian BJ SH menjelaskan, untuk mengedukasi dan monitoring pihaknya, mendatangi sekolah SMP N 1 Banyuresmi, untuk melaksankan koordinasi dengan Kepala sekolah, tentang pelaksanan penerapan prokes Covid-19 dalam giat belajar tatap muka di massa PPKM Level 3 yaitu siswa hadir (50 %). Ungkapnya

Selain koordinasi, melakukan pengecekan penerapan prokes Covid-19 tentang keberadaan petugas pengecek suhu badan siswa, dan ketersediaan alat cek suhu. 

Begitu juga pengecekan keberadaan sarana cuci tangan di sekitar ruang kelas dan guru, pelaksanaan penyemproran cairan disinfektan, pada ruang kelas dan guru sebelum giat belajar, dan juga Penggunaan masker kesehatan bagi siswa- siswi serta guru.

"Untuk sementara, kegiatan belajar dimulai jam 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB, dan tidak ada waktu istrahat"

Adapaun hasil yang dicapai Sekolah secara umum baik SD, SMP dan SMA yang ada di wilayah Kecamatan Banyuresmi sudah mulai melaksanakan giat belajar tatap muka di massa PPKM level 3, dengan penerapan prokes Covid-19 Ketat sesuai dengan aturan yaitu 50% kehadiran siswa dengan mengatur sistem belajar bergantian hari. 

Dari hasil monitoring itu sendiri, untuk ruang lingkup sekolah sudah tersedia sarana dan prasarana prokes Covid-19,  seperti tersedia alar cek suhu, cuci tangan dan cairan disinfektan, begitu jug para guru dan murid sudah menggunakan masker kesehatan standar prokes Covid-19.

Alhamdulillah selama pelaksanaan monitoring situasi dalam keadaan kondusif, pihak Sekolah dalam keadaan menerapkan Protokol Kesehatan Covid 19, (50%), dan pelaksanaan pendidikan secara bergantian atau bergiliran. Pungkasnya

(Beni)

|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||