Breaking News

Gugus Tugas Covid-19 Desa Banyuresmi Bantah Isu Tolak Jenazah Diduga Covid-19 Dimakamkan




GARUT, beritaekspos.com - Beredar isu pasien diduga Covid-19 meninggal dunia pada hari Sabtu, 19/12/2020  satu minggu yang lalu Jenazah sudah ada dikampung halaman dibawa kembali petugas kesehatan itu tidak benar, begitupun terkait isu penolakan proses pemakaman ditempat kelahirannya, itu salah persepsi, kejadian terjadi diwilayah Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut Jawa Barat, Sabtu, 26/12/2020.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Desa Banyuresmi Ahmad Hidayat menegaskan pemerintah Desa Banyuresmi bukan menolak, tetapi hanya mengintruksikan sama Ketua Rw agar bikin berita acara izin warga untuk administrasi, ditakutkan terjadi apa-apa pada lingkungan sekitarnya, dikarenakan saat ini Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus meningkat, ungkapnya

Terkait proses pemakaman Saya tidak tau kalau Jenazah sampai tidak jadi dimakamkan di Desa Banyuresmi, begitupun terkait meninggalnya pun diberitahunya sama Satpol PP Kecamatan Banyuresmi, tuturnya.

Menurutnya Almarhum memang orang tuanya asli dari Desa Banyuresmi, tetapi Almarhum sudah lama tinggal di Garut kota, sekali lagi saya tidak pernah menolak tetapi cuma minta persetujuan warga untuk administrasi pemerintahan, sebagai antisipasi. Tandasnya.

Ditempat terpisah Kepala UPT Puskesmas Bagendit Tim Gugus Tugas Kecamatan Banyuresmi H. Kadar Wilasmana, SKM, M.Si, ketika dikonfirmasi terkait adanya informasi tersebut, menjelaskan setelah dari hasil pengecekan, dan konfirmasi dari dokter satgas Covid-19 tidak ada pasien yang meninggal Covid-19 diwilayah kerja PKM Bagendit.

Menurutnya ada juga Pasien Covid di RSU dr Slamet meninggal pada hari Selasa 22/12/2020 tetapi tempat dan alamatnya bukan di wilayah kerja Puskesmas Bagendit itu sesuai info dari dokter satgas Covid-19. Ungkapnya.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 tingkat RW Deden Kosasih ketika dikonfirmasi menjelaskan terkait jenazah beredar informasi sudah ada di kampung halaman memang itu tidak benar, apalagi dibawa kembali oleh petugas kesehatan, ucapnya

Tugas kami sebagai pengurus Rw bersama warga hanyalah membuat pemakaman saja sesuai permintaan keluarga, walaupun almarhum sudah pindah lama tinggal di Garut kota, terkait tidak jadi dimakamkan di tempat kelahiran Itu sudah disepakati dengan Pak Camat Garut kota bersama Kepala Desa Banyuresmi, ujarnya.

Dengan kejadian ini kami berharap tidak terulang kembali baik di Desa Banyuresmi, maupun di Desa lain, dimana pemakaman sudah selesai, sementara jenazah tidak bisa dimakamkan ditempat kelahirannya karena diduga Covid-19.  

Selain itu saya sebagai ketua Rw berharap kepada Satgas Covid-19 menyangkut informasi hal yang sangat penting mulai dari Satgas tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Rw harus ada Koordinasi yang lebih baik agar tidak terjadi mis komunikasi, dan kesalah pahaman bagi masyarakat, terutama ditingkat bawah, ujarnya.

Begitupun dengan kejadian ini semoga menjadi hikmah bagi kita semua, dan Alhamdulilah Almarhum telah dimakamkan di TPU Margawati Garut, yang difasilitasi Pak Camat Garut Kota, imbuhnya.

Semoga Almarhum diterima Iman dan Islamnya, dan diampuni segala dosanya, serta semua pihak yang ikut memakamkan juga mendapat pahala amin, Pungkasnya.

(BENI)

|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||