Breaking News

KPU Kota Sukabumi Perkuat Pendidikan Pemilih, Gen Z Didorong Jadi Agen Sosialisasi


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperkuat pendidikan pemilih berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan program Sekolah Pemilih yang dapat diakses masyarakat melalui aplikasi dan situs web.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih, Parmas dan SDM) KPU Kota Sukabumi, Seni Soniansih, menjelaskan bahwa pendidikan pemilih merupakan bagian dari program berkelanjutan yang berjalan seiring dengan pemutakhiran data pemilih.

"Program Sekolah Pemilih dirancang untuk memperluas jangkauan sosialisasi kepemiluan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak, kewajiban, dan peran strategis pemilih dalam menentukan arah kepemimpinan," kata Seni usai mengikuti sebuah acara di Hotel Alaska yang turut dihadiri Anggota DPR RI Heri Gunawan, Sabtu (31/10). 

Melalui program tersebut kata dia masyarakat dapat mengikuti pembelajaran secara terstruktur dan berkala. Fasilitas yang tersedia juga mencakup ujian serta sertifikat bagi peserta yang mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan.

Dia menambahkan, sasaran Sekolah Pemilih tidak terbatas pada masyarakat umum, tetapi juga mencakup pemilih pemula atau Generasi Z, kelompok pemilih rentan, hingga kalangan partai politik. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman kepemiluan di berbagai lapisan masyarakat.



"Perhatian khusus diberikan kepada Generasi Z yang memiliki posisi strategis dalam menentukan tingkat partisipasi pemilih. Berdasarkan data yang disampaikan dalam wawancara, sekitar 56 persen pemilih berasal dari kalangan pemilih pemula atau Gen Z," tuturnya. 

Besarnya proporsi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi KPU untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda. Pasalnya, sebagian pemilih pemula dinilai masih menunjukkan sikap apatis terhadap politik atau berpotensi tidak menggunakan hak pilihnya.

Karena itu, pelibatan Gen Z tidak cukup hanya melalui sosialisasi satu arah. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berpartisipasi secara aktif, termasuk menjadi agen sosialisasi yang mampu menyampaikan informasi kepemiluan kepada teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.

Di sisi lain, Seni Soniansih juga menjelaskan posisi KPU dalam menghadapi dinamika pencalonan, termasuk persoalan calon yang lebih mengutamakan popularitas dibandingkan program. 

"KPU menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku," jelas dia. 

Setiap pihak yang mendaftar dan memenuhi persyaratan sesuai aturan akan diproses berdasarkan ketentuan kepemiluan. 

Sementara itu, popularitas serta strategi peserta dalam menarik perhatian dan memperoleh dukungan masyarakat menjadi bagian dari dinamika kontestasi masing-masing peserta.

Melalui pemutakhiran data pemilih dan pendidikan pemilih berkelanjutan, KPU Kota Sukabumi berupaya membangun kesadaran demokrasi yang lebih kuat di tengah masyarakat. 

Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pemungutan suara, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga mengenai proses demokrasi.

Keberadaan Sekolah Pemilih diharapkan menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk memperdalam pengetahuan kepemiluan secara sistematis. 

"Dengan demikian, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat tumbuh menjadi pemilih yang kritis, sadar akan hak politiknya, serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam proses demokrasi," pungkasnya. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA