Breaking News

Pelatihan Desain Batik Diikuti 75 Peserta, Ayep Zaki Dorong Lahirnya Pengrajin Baru Sukabumi


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mendorong lahirnya pengrajin-pengrajin batik baru melalui pelatihan desain batik yang diikuti sebanyak 75 peserta dari kalangan UMKM pemula.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif sekaligus memperkuat produk kerajinan lokal.

Ayep Zaki mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang nantinya berkembang menjadi pengusaha maupun pengrajin batik.

“Ini pelatihan desain batik untuk tingkat pemula dan UMKM. Mudah-mudahan dari 75 peserta ini ada talenta yang nantinya menjadi pengusaha dan pengrajin batik,” ujar Ayep Zaki, usai kegiatan di Ruper BJB, Selasa (8/9). 

Dia menyatakan, batik menjadi salah satu produk kerajinan yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan di Kota Sukabumi. Selain batik, Sukabumi juga memiliki berbagai potensi kerajinan lainnya, termasuk kerajinan bambu serta beragam produk makanan.

Pelatihan desain batik tersebut merupakan bagian dari pola pembinaan pemerintah terhadap pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Program pembinaan dilakukan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembinaan tersebut juga merupakan bagian dari kolaborasi dan implementasi kebijakan pemerintah pusat yang diteruskan hingga ke tingkat daerah.

Di sisi lain, pengembangan UMKM dan sektor ekonomi kreatif dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi.

Ayep Zaki menyebut, Kota Sukabumi kini menargetkan dapat masuk dalam jajaran 20 besar pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia.



Selain itu, berdasarkan rilis Agustus secara year on year, Kota Sukabumi juga mampu mempertahankan posisi dalam 10 besar daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Indonesia.

“Targetnya sekarang kita masuk kepada pertumbuhan ekonomi 20 besar di Indonesia. Yang kedua, kita sudah bisa menjaga inflasi dan masuk 10 besar terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Ayep, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, di antaranya efektivitas dan efisiensi penggunaan APBD, stabilitas konsumsi masyarakat, masuknya investasi, serta aktivitas ekspor dan impor.

Sementara itu, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengatakan pelatihan desain batik diharapkan dapat melahirkan generasi baru pengrajin batik di Kota Sukabumi.

Menurutnya, jumlah pengrajin batik di Sukabumi saat ini masih terbatas. Karena itu, pelatihan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperbanyak sumber daya manusia yang memiliki keterampilan membatik.

“Dengan pelatihan ini saya mengharapkan muncul pengrajin-pengrajin baru. Batik ini tidak lekang oleh waktu,” kata Een.

Ia menambahkan, penggunaan batik masih menjadi bagian dari aktivitas di berbagai instansi dan lingkungan pemerintahan. Kondisi tersebut menjadi peluang tersendiri bagi para pengrajin untuk terus mengembangkan usaha batik.

“Dengan kemunculan beberapa pembatik baru ini, nantinya bisa menunjang dan tidak hanya terfokus kepada pengrajin-pengrajin lama,” ujarnya.

Tak hanya melahirkan pengrajin baru, pelatihan tersebut juga diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai inovasi motif batik yang memiliki karakter dan identitas khas Kota Sukabumi.

Menurut Een, berbagai potensi yang ada di Sukabumi dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan motif batik baru, baik dari unsur bangunan, budaya, lingkungan maupun ciri khas daerah.



“Harapannya muncul motif-motif inovasi baru yang memang menampilkan ciri khas Kota Sukabumi. Jadi ketika orang luar datang ke Kota Sukabumi, mereka bisa mengenali batik khas Sukabumi,” jelasnya.

Menariknya, peserta pelatihan tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga diikuti oleh para pelajar dan generasi muda.

Tingginya keterlibatan anak muda tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan industri batik di masa depan.

“Kalau melihat peserta ini, banyak yang masih muda karena memang pesertanya masyarakat umum dan pelajar. Ternyata antusias juga,” tambah Een.

Ia berharap ketertarikan generasi muda terhadap batik dapat terus tumbuh sehingga mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas baru dalam industri kerajinan lokal.

Untuk pengembangan batik di Sukabumi, saat ini juga terdapat pengrajin yang menjalankan proses produksi secara lengkap dari awal hingga menjadi produk jadi. Salah satunya adalah Lokatmala, yang turut menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut.

Melalui pelatihan desain batik ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap lahir lebih banyak pembatik muda, pengrajin baru serta motif-motif inovatif yang mampu memperkuat identitas batik khas Sukabumi.

Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga berpeluang tumbuh menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif dan kebanggaan Kota Sukabumi. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA