Breaking News

PAD Dishub Kota Sukabumi Tembus Rp1,8 Miliar, Target Didorong Hingga Rp2 Miliar


   SUKABUMI-Beritaekspos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi mencatat kinerja positif dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,7 miliar, realisasi PAD Dishub kini telah menembus sekitar Rp1,8 miliar.

Kepala Dishub Kota Sukabumi Iskandar Ifhan mengatakan, capaian tersebut sekaligus melampaui target yang ditetapkan tahun ini. Bahkan, capaian PAD tersebut telah melampaui realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,4 miliar.

"Alhamdulillah, di tahun ini dari target sebetulnya tahun kemarin kita Rp1,4 miliar bisa kita capai, sekarang Rp1,7 miliar. Sampai sekarang sudah Rp1,8 miliar, melebihi target," ungkap Iskandar.

Melihat tren penerimaan tersebut, Dishub membuka peluang untuk kembali meningkatkan target melalui perubahan anggaran. Sasaran Rp2 miliar pun mulai diproyeksikan untuk dikejar hingga akhir tahun.



"Iya, sampai di Rp2 miliar. Mudah-mudahan bisa tercapai," katanya.

Namun, Iskandar menegaskan peningkatan PAD bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Dishub. Menurutnya, optimalisasi pendapatan harus tetap berjalan beriringan dengan pelaksanaan fungsi utama di bidang transportasi.

Ia menyebut aspek keselamatan menjadi keluaran utama dari seluruh pelayanan dan pengawasan transportasi yang dilakukan Dishub.

"Output dari kita adalah keselamatan. Jadi kita fokus pada tupoksi kita, bagaimana menjaga pengguna transportasi tetap pada posisi aman, nyaman, selamat dalam perjalanan," ujarnya.

Sementara itu, sektor perparkiran menjadi salah satu ruang yang terus dibenahi. Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi Arif Senjaya menyebut saat ini terdapat 69 kantong parkir dengan total 169 titik parkir yang dikelola.

Pengelolaan tersebut didukung sebanyak 289 juru parkir yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Menurut Arif, besarnya jumlah titik dan juru parkir tersebut tidak hanya menjadi potensi dalam mendukung penerimaan daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab Dishub untuk memastikan standar pelayanan di lapangan terus diperbaiki.

"Customer itu harus kita jadikan raja," tegas Arif.



Ia mengakui masih terdapat pelayanan parkir yang belum sepenuhnya memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Karena itu, pembinaan terhadap para juru parkir akan terus diperkuat.

Arif juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama ini masih terdapat pelayanan yang dinilai kurang maksimal.

Selain pembinaan sumber daya manusia, Dishub kini menyiapkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan parkir on street.

Digitalisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan, menata pengelolaan parkir serta memetakan potensi penerimaan secara lebih terukur.

Dengan realisasi PAD yang telah mencapai Rp1,8 miliar, Dishub kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni bagaimana mengejar target Rp2 miliar tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

Optimalisasi parkir pun tidak semata diarahkan untuk mengejar penerimaan, tetapi sekaligus menciptakan tata kelola transportasi yang lebih tertib, pelayanan yang semakin baik dan pengguna jalan yang aman serta nyaman. 

015

BACA JUGA BERITA LAINNYA