Program 12 Pas Terus Bergulir, Ayep Zaki Ajak Pengusaha Sukabumi Perkuat Gerakan Berbagi
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengajak para pengusaha dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat partisipasi dalam program sosial 12 Pas.
Ajakan tersebut disampaikan seiring semakin banyaknya pihak yang ikut terlibat dalam membantu warga yang membutuhkan.
Ayep Zaki mengatakan, program 12 Pas kini mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai pdari dunia usaha, lembaga keuangan, BUMN, BUMD, hingga unsur pemerintahan dan kewilayahan.
Menurutnya, keterlibatan sejumlah pihak seperti SCG, Indomaret, BAZNAS, Bank BJB, Telkom, PNM, serta unsur DPRD dan perangkat daerah menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem gotong royong dalam membantu masyarakat.
"Alhamdulillah hari ini sudah semakin banyak yang berpartisipasi. Ekosistem ini insyaallah akan terus berjalan dan semakin bertambah," ujar Ayep Zaki, usai kegiatan di Kelurahan Cisarua dan Subangjaya, Jumat (21/8). Dia didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Kadinsos, Camat Cikole.
Ia mengimbau para pengusaha dan warga Kota Sukabumi agar tidak ragu mengambil bagian dalam program sosial tersebut.
Menurutnya, semangat berbagi harus diwujudkan melalui kepedulian langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan.
"Ayeuna waktuna berbagi berkah. Setelah kita melihat ke lapangan langsung, masuk kepada gang-gang sempit, di situ ada keluarga yang harus dibantu," katanya.
Ayep Zaki menjelaskan, program 12 Pas saat ini telah memasuki episode ke-18/19 dalam putaran kedua.
Momentum pelaksanaannya juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 17 orang.
Selain bantuan sosial, program tersebut mulai diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada pelaksanaan kali ini, terdapat empat penerima bantuan modal usaha yang dinilai membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha.
"Selain berbagi berkah, ada juga modal usaha. Hari ini ada empat penerima modal usaha, di antaranya usaha-usaha kecil difabel," ungkapnya.
Ayep menegaskan, bantuan modal usaha diberikan secara selektif kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Beberapa kriteria yang menjadi prioritas yakni mereka yang tidak mampu, belum memiliki usaha, mengalami kondisi sakit, maupun penyandang disabilitas yang masih memungkinkan untuk menjalankan kegiatan ekonomi.
"Yang memungkinkan untuk dia bisa berusaha, kita kasih modal usaha," tegasnya.
Di sisi lain, Ayep Zaki menyatakan Pemkot Sukabumi juga tengah menyiapkan langkah penanganan terhadap persoalan tunawisma.
Pemerintah daerah berencana menyediakan tempat penampungan yang layak agar penanganannya tidak hanya bersifat sementara.
Ia menyebut fasilitas di lingkungan Dinas Sosial akan diperbaiki dan dibahas lebih lanjut sebagai bagian dari upaya pemerintah menangani warga yang membutuhkan tempat tinggal dan perlindungan.
"Nanti kita akan bicarakan dan kita akan segera bikin tempat penampungan. Kita ada di kantor Dinsos, kita akan perbaiki," pungkas Ayep Zaki.
Ois


