Ayep Zaki Dorong RT/RW Aktif Dukung Lima Program Prioritas di Tingkat Kewilayahan
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendorong seluruh ketua RT dan RW agar semakin aktif membantu pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis di tingkat kewilayahan.
Peran RT/RW dinilai penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari struktur pemerintahan yang mendapat dukungan anggaran melalui APBD.
Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki saat melakukan pembinaan dan penguatan peran RT/RW se Kelurahan Nyomplong, Rabu (26/8).
Ia menegaskan sedikitnya terdapat lima agenda yang perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari optimalisasi penerimaan pajak hingga kepedulian terhadap lingkungan.
“RT/RW harus membantu kelancaran pembayaran opsen pajak kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Kemudian membantu program penyelesaian PBB-P2,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, keterlibatan RT/RW juga diperlukan dalam mendukung program calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Pemerintah ingin memastikan masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri mendapatkan informasi dan pendampingan yang tepat sehingga proses keberangkatan dapat berlangsung sesuai prosedur.
Agenda berikutnya adalah mendorong partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ayep menekankan, partisipasi tersebut harus dilakukan secara sukarela tanpa adanya unsur paksaan.
“Supaya aktif semua masyarakat ikut zakat, infak dan sedekah. Seribu rupiah saja per minggu, tetapi tidak ada paksaan sama sekali,” tegasnya.
Selain itu, Ayep meminta RT/RW ikut memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ayep menjelaskan, dari berbagai kegiatan pemberdayaan yang telah dilaksanakan di sejumlah kelurahan dan kecamatan, RT/RW menjadi salah satu unsur yang paling dominan terlibat. Selain RT/RW, terdapat pula Satlinmas dan Karang Taruna yang turut mengambil bagian sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Ia menilai posisi RT/RW sangat strategis karena merupakan struktur yang langsung berada di tengah masyarakat. Bahkan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp12,5 miliar setiap tahun untuk mendukung keberadaan dan kegiatan RT/RW.
“RT/RW itu struktural dan mendapatkan anggaran dari APBD. Kurang lebih Rp12,5 miliar setahun. Besar. Sama dengan DPRD yang mendapatkan pembiayaan dari APBD, RT/RW juga mendapatkan pembiayaan dari APBD,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan opsen pajak kendaraan bermotor, Ayep menegaskan bahwa kewenangan utama tetap berada pada Samsat. Sementara RT/RW berperan membantu menyampaikan informasi dan mendorong kesadaran masyarakat agar memenuhi kewajiban perpajakannya.
“Secara otomatis Samsat tanggung jawabnya. Kita RT/RW hanya membantu saja. Data dari kita semua,” pungkas Ayep.
Melalui penguatan peran tersebut, Pemkot Sukabumi berharap RT/RW tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi mitra aktif pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan pajak.
Di mana di dalamnya ada itikad baik menyelesaikan PBB-P2, memberikan edukasi kepada calon pekerja migran, menguatkan gerakan zakat, infak dan sedekah, serta menjaga lingkungan di tingkat masyarakat.
Ois


