Krisis Air Bersih di SLB dan Panti Tuna Netra, PDAM Gerak Cepat Salurkan Bantuan
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Krisis air bersih yang dialami SLB A Budi Nurani dan Panti Tuna Netra Budi Nurani di Kecamatan Baros akhirnya mendapat penanganan cepat dari Pemerintah Kota Sukabumi.
Untuk memastikan kebutuhan air bagi sekitar 50 penghuni panti dan warga sekolah tetap terpenuhi, PDAM Kota Sukabumi langsung menerjunkan bantuan air bersih ke lokasi.
Direktur PDAM Kota Sukabumi, Dian Afriyandi, mengatakan bantuan darurat akan dilakukan melalui distribusi air menggunakan mobil tangki. Langkah tersebut menjadi solusi sementara sebelum pemasangan sambungan air baru dilakukan.
"Tahap pertama kita akan mengirim tangki air ke lokasi. Selanjutnya akan membantu pemasangan saluran pipa. PDAM akan membantu administrasi dan pemasangan saluran baru secara cuma-cuma," kata Dian.
Menurutnya, jumlah air yang disalurkan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jika kebutuhan meningkat, PDAM siap menambah pasokan agar aktivitas penghuni panti dan proses pembelajaran di sekolah tidak terganggu.
"Jika kebutuhannya satu tangki ya satu tangki, tetapi jika kebutuhannya lebih akan kita tambah. Ini bentuk respons cepat untuk warga Kota Sukabumi," ujarnya.
Selain memberikan bantuan air bersih, PDAM juga akan memfasilitasi pemasangan sambungan baru tanpa biaya administrasi maupun biaya pemasangan. Nantinya, pihak sekolah hanya akan menanggung biaya pemakaian air setiap bulan sesuai penggunaan.
Dian menegaskan, respons cepat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Sukabumi agar seluruh perangkat daerah dan BUMD sigap merespons persoalan masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar.
"Pesan beliau, PDAM harus bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat," tegasnya.
Di sisi lain, BPBD Kota Sukabumi turut melakukan pemantauan terhadap potensi kekeringan yang mulai muncul di sejumlah wilayah seiring musim kemarau yang berkepanjangan.
Komandan Regu BPBD Kota Sukabumi, Kusnawan, mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PDAM untuk memastikan penanganan krisis air berjalan optimal serta mencegah munculnya dampak yang lebih luas.
"Kami akan terus melakukan monitoring bersama PDAM untuk mengambil langkah-langkah taktis guna mengantisipasi terjadinya krisis air. Informasi mengenai kelangkaan air juga sudah kami terima dari wilayah Kelurahan Sudajayahilir," katanya.
Menurut Kusnawan, selain fokus pada lokasi yang sudah terdampak, BPBD juga akan memperkuat pemantauan di wilayah-wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan dan kelangkaan air bersih.
"Insya Allah ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan PDAM untuk melakukan langkah-langkah preventif sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan," pungkasnya.
Langkah cepat yang dilakukan PDAM dan BPBD tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak penghuni SLB dan panti tuna netra yang selama hampir tiga pekan terakhir harus berjuang menghadapi keterbatasan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Ois


