DPUTR Kota Sukabumi Fokus Jalankan Delapan Program Strategis Tahun 2026
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi mulai merealisasikan sejumlah program prioritas yang menjadi bagian dari delapan program strategis Pemerintah Kota Sukabumi pada tahun 2026.
Sekretaris DPUTR Kota Sukabumi, Muhammad Sahid, mengatakan setiap bidang di lingkungan DPUTR, mulai dari Bina Marga, Tata Bangunan, Sumber Daya Air (SDA), hingga Perumahan dan Permukiman, memiliki pekerjaan rutin yang mendukung program strategis Wali Kota Sukabumi.
“Dari delapan program strategis yang ada, saat ini yang sudah berjalan adalah penataan Jalan Gudang dan pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh. Untuk Jalan Gudang sudah selesai dan sudah diserahterimakan,” ujar Sahid, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, ruas Jalan Gudang kini sudah dapat digunakan kembali oleh masyarakat seperti biasa. Sementara itu, pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh mulai memasuki tahap pelaksanaan dengan target penyelesaian selama 174 hari kerja.
“Pembangunan kantor kecamatan dimulai bulan ini. Mudah-mudahan pada akhir November sudah selesai dan bisa digunakan untuk pelayanan masyarakat,” katanya.
Menurut Sahid, dari delapan program strategis yang direncanakan pada tahun ini, baru dua kegiatan yang telah memasuki tahap pelaksanaan. Satu proyek telah rampung, sedangkan satu lainnya sedang mulai dikerjakan.
Selain itu, DPUTR juga tengah menggarap pembangunan pedestrian yang didanai melalui APBD. Meski tidak termasuk dalam daftar program strategis, proyek tersebut menjadi prioritas karena dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan estetika kawasan.
“Pekerjaan pedestrian ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender. Kami berharap pada 16 Agustus mendatang progresnya sudah mencapai 100 persen. Kawasan ini sering dilalui tamu yang berkunjung ke Stukpa sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah,” jelasnya.
Di sisi lain, DPUTR juga telah menyiapkan pembangunan Jalan Prana yang akan dibiayai melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026. Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp2,2 miliar.
“Mudah-mudahan awal Juli sudah bisa dilaksanakan, atau paling lambat pertengahan Juli pekerjaan mulai berjalan,” ungkap Sahid.
Tidak hanya proyek-proyek prioritas, DPUTR juga terus melakukan penanganan darurat berupa perbaikan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan melalui metode tambal sulam. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Usulan penanganan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) hampir setiap minggu masuk ke kami. Karena sifatnya darurat, beberapa titik harus segera ditangani,” pungkasnya.
Ois

