Wali Kota Targetkan Sukabumi Jadi “Kota Sosial” Berkeadilan
Sukabumi-Beritaekspos.com - Program Kampung Sosial di Kecamatan Citamiang menjadi titik awal komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat intervensi sosial berbasis kolaborasi.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dinas Sosial, atas dukungan nyata dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, intervensi dari pemerintah provinsi menjadi dorongan penting bagi Kota Sukabumi untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial.
Fokus utama saat ini diarahkan pada penurunan angka stunting, kemiskinan, dan pengangguran, serta penguatan sektor UMKM melalui dukungan dana filantropis.
"Kampung Sosial bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari visi besar menuju Kota Sosial," ujarnya.
Konsep tersebut menitikberatkan pada terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, sejalan dengan nilai sila kelima Pancasila.
“Dimulai dari Kampung Sosial, kita naikkan menjadi Kota Sosial, hingga akhirnya tercipta wilayah yang berkeadilan secara sosial,” ujarnya.
Dalam implementasinya, pembiayaan program tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga dukungan dari APBN, bantuan sosial pemerintah pusat dan provinsi, serta kontribusi lembaga filantropi.
Salah satu yang telah berperan aktif adalah Yayasan Doa Bangsa melalui program pembangunan perumahan dan pemberian beasiswa rutin kepada masyarakat.
Wali Kota juga mengungkapkan, angka kemiskinan di Kota Sukabumi mengalami penurunan dari 7,2 persen menjadi 6,9 persen atau turun sebesar 0,3 persen. Meski demikian, pemerintah menargetkan penurunan yang lebih signifikan, yakni 1 persen setiap tahun dalam beberapa tahun ke depan.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui sinergi lintas sektor, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Ia menekankan pentingnya kerja bersama dan tidak berjalan secara parsial dalam mengatasi persoalan sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat menjelaskan bahwa program Kampung Sosial merupakan instruksi khusus yang akan dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota. Di Kampung Cikondang, terdapat 143 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang menjadi sasaran intervensi.
Bantuan yang diberikan meliputi rehabilitasi sosial, penyaluran sembako, penyediaan alat bantu seperti kursi roda, pelatihan keterampilan, hingga bantuan modal usaha. Selain itu, dilakukan pula penataan lingkungan sosial untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Ia menambahkan, program ini tidak menggunakan anggaran APBD secara langsung, melainkan mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak filantropi, sementara peran pemerintah lebih pada dukungan sumber daya manusia dan pendampingan.
Secara umum, angka kemiskinan di Jawa Barat juga menunjukkan tren penurunan dari 7,08 persen menjadi 6,78 persen. Penurunan ini turut diikuti oleh membaiknya tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan, yang menunjukkan semakin mengecilnya kesenjangan sosial.
Untuk posisi Kota Sukabumi di tingkat provinsi, pihaknya menyebut masih menunggu data resmi terbaru. Namun, ia memastikan bahwa laju penurunan angka kemiskinan di Kota Sukabumi termasuk cukup tinggi dalam setahun terakhir.
Ois

