Breaking News

Sigap di Tengah Bencana, Polri Hadir Bantu Warga Terdampak Banjir Akibat Tanggul Longsor di Telukjambe Barat




Karawang – beritaekspos. com. -

Kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali ditunjukkan dalam penanganan bencana longsornya tanggul Saluran Irigasi Kalimalang yang mengakibatkan banjir di wilayah Kampung Cisalak Tengah, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jumat (16/1/2026).

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyampaikan bahwa sejak menerima laporan kejadian, jajaran Polres Karawang langsung bergerak cepat ke lokasi untuk membantu warga terdampak serta melakukan langkah-langkah penanganan awal bersama instansi terkait.

“Kehadiran anggota Polri di lokasi merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian kami kepada masyarakat. Selain membantu pemantauan dan evakuasi, personel juga memberikan rasa aman serta memastikan keselamatan warga,” ujar Kasi Humas mewakili Kapolres.

Peristiwa longsornya tanggul terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, diduga akibat erosi dinding tanggul, penurunan kekuatan tanah karena usia konstruksi, serta tingginya intensitas curah hujan. Akibat kejadian tersebut, air meluap dan merendam sejumlah permukiman warga di Kampung Cisalak Tengah, Cisalak Utara, hingga Cijambe, dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter.

Dalam kegiatan penanganan bencana yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, personel Polri dari Sat Polairud Polres Karawang, BKO Dit Polairud Polda Jawa Barat, serta Polsek Telukjambe Barat tampak aktif membantu warga, melakukan pengecekan rumah terdampak, serta bersiaga apabila diperlukan proses evakuasi.

Polri juga bersinergi dengan BPBD Kabupaten Karawang, TNI, pemerintah kecamatan dan desa, Senkom Polri, Relawan Tagana, serta Citra Bhayangkara. BPBD menyiapkan perahu karet sebagai langkah antisipasi apabila ketinggian air meningkat dan warga harus dievakuasi.

Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya ratusan kepala keluarga terdampak banjir di beberapa RT dengan total ketinggian air 10 hingga 20 sentimeter. Meski demikian, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi karena kondisi air masih di bawah ambang batas darurat.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas PUPR bersama Perum Jasa Tirta II melakukan upaya pembuatan tanggul sementara di lokasi kejadian. Perum Jasa Tirta II juga telah mematikan tiga pompa di Bendung Curug yang mengarah ke Kalimalang guna mengurangi debit dan ketinggian air.

“Kami akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait sampai situasi benar-benar aman. Polri hadir untuk masyarakat, khususnya saat warga membutuhkan bantuan,” pungkas Kasi Humas.

Jajang. S

BACA JUGA BERITA LAINNYA