Breaking News

Anggota Komisi IX DPR RI, BKKBN Gelar Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga Dan Sasaran Bangga Kencana di Kelurahan Cisarua.




SUKABUMI, beritaekspos.com,- 
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR-RI ) Fraksi Partai Golongan Karya (GOLKAR) Hj Dewi Asmara bersama mitra Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gelar sosialisasi penguatan pendataan keluarga dan  sasaran program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana ( Bangga Kencana ) di Aula keluraha Cisarua, Cikole kota Sukabumi. Kamis (14/10/2021)

Sosialisasi menjelang akhir  2021 gaungkan risiko stunting kepada masyarakat di wilayah kelurahan Cisarua 

” Masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan tentang risiko stunting dan dampaknya terhadap keluarga, masyarakat hingga pada pelaksanaan pembangunan nasional”.


Stunting, bagian dari ancaman dalam pembangunan. Maka dari itu, risiko terhadap hal tersebut mesti diketahui khusunya oleh masyarakat kota Sukabumi atau pun masyarakat secara luas . Agar dapat menghindari dari hal demikian itu perlu dilakukannya edukasi tentang risiko stunting serta peran serta masyarakat untuk peduli kesehatan dan lingkungan

Untuk terhindarnya masyarakat dari stunting BKKBN melalui peran dan fungsi terus menggaungkan risiko stunting dan bahaya dari aspek pembangunan kependudukan, kata Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi partai Golkar Hj Dewi Asmara kepada berita ekpos.com

” BKKBN melalui fungsi interfensi sensitifnya bersama mitra DPR RI mensosialisasikan stunting kepada warga di wilayah kelurahan Cisarua, hal itu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia ( SDM ), ucapnya

Ia menyebutkan, stunting adalah gagal tumbuh akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Untuk mencegah terjadinya stunting pada generasi bangsa perlu pendekan mulai dari remaja dan ibu hamil.

Menurut dia, terjadinya stunting karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. 

Dan untuk mencegah stunting dapat dilakukan melalui sosialisasi dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat. Serta peneydiaan asupan gizi pada pada anak mulai dari dalam kandungan hingga balita, ujarnya. 

(wan.skj/ois) 
|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||