Breaking News

3.000 Paket Beras Seberat 5 Kg Dari Kemesos Sudah Tersalurkan Kepada Haknya DiKota Sukabumi





Sukabumi, beritaekspos.com, -Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan beras seberat 5 kg kepada masyarakat pekerja sektor informal di wilayah Jawa dan Bali yang tak bisa optimal mencari nafkah karena kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

Kota Sukabumi yang juga ikut melakukan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, baru-baru ini, telah menyalurkan 3.000 paket beras kepada masyarakat terdapak pandemi Covid-19.

Kadis Sosial Kota Sukabumi Punjul Saeful Hayat saat ditemui beritaekspos.com di ruang kerjanya mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial menyalurkan beras untuk setiap kota maupun kabupaten yang wilayahnya masuk PPKM Darurat.

“Seperti halnya Kota Sukabumi sebanyak 3.000 ribu paket beras per paket seberat 5 kg, kurang lebih ada 15 tons sudah disalurkan,” ungkapnya, Senin (26/7/2021).

“Cara penyaluran kami melibatkan beberpa pihak yang terdiri dari Dinas Sosial, Sat Pol PP, Kecamatan, Porkomindag, Tagana, Karang Taruna Kota Sukabumi dan lainnya,” sambungnya.

Hayat menjelaskan, masyarakat penerima batuan beras 5 kg dari Dinsos ini mereka yang tidak menerima atau di luar penerima tiga jenis bansos yang selama ini sudah berjalan, seperti BPNT/PKH, Kartu Sembako dan BST.

“Untuk para pedagang kaki lima dan UMKM di wilayah Kota Sukabumi yang belum mendapatkan bantuan dari manapun kita titipkan ke Sat Pol PP dan Disperindag Kota Sukabumi,” tuturnya.

Menurutnya, beras tersebut diberikan langsung kepada pekerja di sektor informal seperti para gelandangan, pengemis, pemulung, disabilitas, kaum lansia, buruh harian, supir angkot dan ojeg online serta pengamen.

“Jadi, 3.000 bantuan beras dari Kementerian Sosial itu sudah tersalurkan habis. Ini adalah program yang khusus pada saat PPKM Darurat. Jadi, programnya baru satu kali terlealisasi,” katanya.

Dirinya juga mengajak masyarakat agar dapat bersama-sama mendukung PPKM yang merupakan upaya Pemerintah Pusat untuk menekan angka penularan wabah Covid-19 yang saat ini masih saja tinggi.

“Pandemi ini masalah kita bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama bergotong royong, tidak bisa hanya satu dua orang atau satu dua kelompok tapi kita harus bersama-sama menghadapinya,” tambahnya.

“Artinya semua harus menuruti dan melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, itu yang harus kita lakukan. Kemudian kunci selanjutnya adalah vaksinasi jangan takut untuk melakukan vaksinasi itu adalah upaya kita untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (wan.skj)
|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||