Breaking News

AMEERA DHINI, ANALIS KPPPA, APRESIASI KEBERADAAN PONPES PUTRI HUMAIRA, SUKABUMI.




SUKABUMI, beritaekspos.com -
Saat mendampingi Asisten Deputi Peningkatan Organisasi Kemasyarakatan dan Keagamaan, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Pondok Pesantren Putri Humaira, tanggal 10 April 2021,  Ameera Dhini Alfianti yang bertugas  sebagai Analis Pemberdayaan Masyarkat dan Kelembagaan juga sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini sangat mengapresiasi keberadaan Ponpes Putri Humaira di Sukabumi.

Ameera Dhini 
Alfianti saat ditemui mengatakan  "Saya sangat apresiasi pondok pesantren ini yang ternyata pendirinya adalah  beberapa orang  Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).  Ameera nggak menyangka kalau Ponpes Putri Humaira pendiriannya dan pengelolaannya  diinisiasi dan dimotori oleh beberapa orang Alumni HMI.  Bagi Ameera menjadi kebanggan tersendiri karena Ameera pun semasa kuliah juga anggota HMI.

Pondok Pesantren yang baru berdiri 8  bulan lalu ini  memiliki angkatan pertama sebanyak 10 santriwati yang berasal dari Provinsi Jawa Barat dan NTB.  Uniknya Ponpes ini hanya khusus untuk putri dan memiliki kombinasi pendidikan SMP yaitu SMP Putri Humaira, sehingga dalam kehidupan sehari-harinya di Kampus Humaira, para santriwati juga sekaligus menjadi siswi SMP. 

Ameera menambahkan santriwati yang ada memiliki berbagai latar belakang yang berbeda-beda dan menurutnya semua santri  sangat membanggakan karena masing-masing memiliki potensi.

"Saya sangat tersentuh dari banyaknya santri ini, ada bapak ibunya yang sudah bercerai dan juga kebanyakan dari keluarga tidak mampu." Lanjut Ameera, "Dan yang membanggakan juga dari saya, pesantren yang latar belakangnya merupakan estafet dari  permanent safe house Rumah Sahabat Ibu dan Anak (RUSAIDA) ini memiliki tekad yang kuat menjadikan tempat ini menjadi Pondok Pesantren Ramah Anak, sehingga akan didukung oleh Kementrian PPPA yang sedang membina pesantren-pesantren di seluruh Indonesia untuk menjadi Pesantren Ramah Anak".

Ameera menambahkan bahwa Kurikulum yang sangat luar biasa ada di pondok pesantren ini karena mampu menggabungkan konsep pendidikan karakter dan agama islam didalam pendidikan formal yang telah disusun sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi indikator-indikator Pondok Pesantren Ramah Anak standar Kementerian PPPA. Pungkasnya.

IS/Son
|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||