Breaking News

Camat Banyuresmi Kunjungi Posko Terpadu PPKM Mikro Desa Sukasenang




Garut, beritaekspos.com - 
Pelaksanaan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bertempat di Posyandu Prakosa Rw. 06, Kampung Kaum, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sabtu, 13/02/2021.

Saat berkunjung ke lokasi posko terpadu PPKM Posyandu Prakosa, Camat Banyuresmi H. Jujun Juhana, S.Sos, M.Si, disambut baik petugas posyandu, selain itu menjelaskan beberapa perlengkapan persediaan yang dimiliki posko terpadu mulai dari peralatan kesehatan, dan buku pelaporan harian.

Ketua kader posyandu prakosa, Yanyan (45) "Menjelaskan kepada awak media dengan adanya posko terpadu PPKM tingkat Rw, kami bertugas untuk mencatat bagi warga masyarakat yang akan keluar dan datang dari luar Kabupaten Garut untuk laporan ke Satgas Covid-19 tingkat Desa.

Menurutnya selama tahun 2020 warga Kampung Kaum tidak ada yang terpapar maupun meninggal karena Covid-19, tetapi pada tahun 2021 dari hasil laporan Satgas Covid-19 tingkat Desa, ada warga Rw. 06 yang sedang menjalani isolasi mandiri, karena terpapar Virus Corona, ungkapnya

Kami betugas sebagai sukarelawan, untuk membantu program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka dari itu kami berharap, untuk saling membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri untuk diberikan bantuan, dan juga jangan sampai memberikan setigma negatif, ujarnya.

Camat Banyuresmi H. Jujun Juhana, S.Sos, M.Si, menyampaikan, "Pelaksanaan PPKM tingkat Rw, sudah dimulai sejak tanggal 09 Pebruari 2021". Alhamdulillah di Kampung Kaum ini masyarakatnya sigap, artinya ketika menerima instruksi kepala desa langsung membuat Posko Terpadu PPKM tingkat Rw", ucapnya

Setelah kita menerima pengumuman dari satagas Covid-19 Kabupaten Garut, ada dua Desa di Kecamatan Banyuresmi yang diberlakukan PPKM tingkat Rw, salah satunya;  Rw.06 Kampung Kaum Desa Sukasenang, dan Kampung Seungke Rw. 04 Desa Sukamukti, tuturnya.

Kami Forkopimcam Kecamatan Banyuresmi bersama Kepala Desa, dan dengan perangkatnya Desa langsung ke lapangan agar membagi tugas, untuk mengambil langkah-langkah preventif penyebaran virus Covid-19, ujarnya

Menurutnya, untuk pemberlakuan PPKM tingkat Rw itu sendiri memiliki indikator, antara lain; "Apabila di satu Rw penyebaran Covid-19 diatas 14 orang yang terpapar, ada juga yang diisolasi mandiri, dan bahkan ada yang meningal dunia", tandasnya.

Kami berharap mudah-mudahan dengan adanya pelaksanaan PPKM Mikro ini, warga yang terpapar itu semoga cepat sembuh, dan tidak lagi berkembang, selain itu kita akan semakin menyadarkan warga masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan dan menerapkan 3 M dan 5 M terkait dengan penyebaran wabah Covid-19.
Pungkasnya

(Beni).

|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||