Ranti Rachmatilah Apresiasi “Sejati Wanci”, Sampah Diubah Jadi Nutrisi untuk Tekan Stunting
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Upaya menekan angka stunting di Kelurahan Cikondang dilakukan dengan cara kreatif.
Melalui inovasi “Sejati Wanci (Sedekah Jelantah dan Sampah Plastik Warga Cikondang), sampah rumah tangga dikumpulkan dan diolah menjadi sumber dana untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranti Rachmatilah, mengapresiasi langkah Kelurahan Cikondang yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam penanganan stunting.
Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas gizi keluarga tidak selalu harus dilakukan dengan program besar.
Persoalan di lingkungan sekitar pun dapat menjadi bagian dari solusi ketika dikelola secara bersama-sama.
“Ini inovasi yang sangat bagus. Sampah yang biasanya tidak memiliki nilai bisa dikumpulkan, kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk membeli makanan bergizi bagi masyarakat,” ujar Ranti, usai kegiatan, Senin (7/9).
Di Kelurahan Cikondang sendiri, berdasarkan data Puskesmas Tipar, terdapat 38 kasus stunting. Kondisi tersebut mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kader Posyandu, TP PKK dan masyarakat.
Sedikitnya 105 kader TP Posyandu dan TP PKK dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut.
Lurah Cikondang, Aden Dendalaga menuturkan, para kader menjadi penggerak dalam mengumpulkan minyak goreng bekas atau jelantah serta sampah plastik dari warga.
"Sampah yang terkumpul kemudian ditampung di kelurahan untuk dikonversi menjadi dana melalui bank sampah maupun pengepul," urainya.
Dia menambahkan, dana tersebut selanjutnya dibelikan telur ayam sebagai tambahan asupan nutrisi.
Bantuan telur kemudian disalurkan kepada 16 Posyandu di Kelurahan Cikondang.
Masing-masing Posyandu mendapatkan satu tray telur untuk diberikan kepada keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Ranti menilai pola seperti ini patut terus dikembangkan karena memiliki manfaat ganda.
Selain membantu menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah, hasilnya juga dapat diarahkan untuk mendukung penanganan persoalan gizi dan stunting.
“Jadi ada dua manfaat yang didapat. Lingkungan menjadi lebih bersih, kemudian hasilnya bisa kembali kepada masyarakat dalam bentuk pemenuhan nutrisi,” katanya.
Ia berharap inovasi Sejati Wanci tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dijalankan secara konsisten dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, Kelurahan Cikondang berupaya menjadikan persoalan lingkungan sebagai peluang untuk memperkuat intervensi gizi sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.
Ois


