Koperasi Sukabumi Ditantang Naik Kelas di Tengah Perubahan Ekonomi Digital
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Gerakan koperasi di Kota Sukabumi ditantang untuk terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan pola ekonomi masyarakat yang semakin bergeser ke ranah digital.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar koperasi tetap memiliki daya saing dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kota Sukabumi yang berlangsung di Dekopinda Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana.
Een mengatakan, perkembangan teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi koperasi. Sebaliknya, digitalisasi harus dimanfaatkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas, memperbaiki pelayanan dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi.
“Pengurus dan pengawas koperasi harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jangan sampai koperasi tertinggal oleh perubahan zaman,” tegas Een, Minggu (6/9).
Menurutnya, koperasi yang mampu mengikuti perubahan akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlangsungan koperasi.
Peringatan Hari Koperasi ke-79 pun tidak hanya diisi dengan kegiatan internal gerakan koperasi. Pemerintah turut mempertemukan koperasi dengan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang saling mendukung.
Sekitar 20 UMKM ikut memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan produk mereka. Berbagai produk ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari makanan olahan, roti, dimsum, aneka kue hingga produk kerajinan.
Een menilai sinergi antara koperasi dan UMKM perlu terus diperkuat. Koperasi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus membuka ruang bagi produk UMKM untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Koperasi dan UMKM harus terus tumbuh bersama. Keduanya memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) juga mendapat ruang dalam kegiatan tersebut. KKMP turut menghadirkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, minyak goreng, telur dan terigu.
Een menjelaskan, pengembangan KKMP di Kota Sukabumi memiliki pola tersendiri karena wilayah perkotaan tersebut tidak memiliki desa. Oleh sebab itu, keberadaan KKMP terus diarahkan untuk bersinergi dengan gerakan koperasi serta Dekopinda.
“Di Kota Sukabumi tidak ada desa, sehingga Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari gerakan koperasi yang terus kita dorong dan dikolaborasikan bersama Dekopinda,” jelasnya.
Sementara itu, Bobby Maulana hadir membuka rangkaian puncak Hari Koperasi ke-79 sekaligus memberangkatkan peserta jalan santai dan gowes. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan lansia serta pembagian hadiah dari para sponsor.
Bagi Een, tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal penting bagi gerakan koperasi. Namun, partisipasi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas koperasi agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi yang semakin kompetitif.
Ia berharap momentum Hari Koperasi ke-79 menjadi titik awal untuk memperkuat inovasi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi di Kota Sukabumi.
“Koperasi harus terus bergerak, berinovasi dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan begitu, koperasi tetap relevan dan mampu menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Ois


