Breaking News

GCP Gelar Apel Akbar di Gren Riung Sukabumi, Iwan Kurniawan: Tangkal Berita Hoax Tentang Prabowo



SUKABUMI," Beritaekspos.com - Gerakan Cinta Prabowo (GCP) menggelar Apel Akbar di Sukabumi sebagai bentuk penegasan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto sekaligus merespons berbagai kritik dan serangan yang dinilai masif terhadap pemerintah dan kabinetnya.

Ketua Umum GCP, H. Iwan Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pendukung Prabowo tetap solid dan siap mengawal pemerintahan. 

Menurutnya, Sukabumi dipilih sebagai bagian dari langkah awal konsolidasi GCP di Jawa Barat.

"Hari ini sengaja menggelar Apel Akbar yang kami laksanakan di Sukabumi adalah jawaban atas serangan-serangan yang masif kepada Prabowo Subianto dan kabinetnya. Kami akan tunjukkan bahwa kami pendukung Prabowo selalu ada dan setia," ujar Iwan, Minggu (9/8/2026). 

Ia menyebut Jawa Barat memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wilayah dengan basis dukungan besar terhadap Prabowo. Setelah kegiatan di Sukabumi, GCP berencana melanjutkan konsolidasi ke Indonesia bagian timur.

"Kami akan menggelar Apel Akbar lagi yang paling besar nanti di Indonesia bagian timur. Kita akan fokuskan di Kendari dengan menghadirkan seluruh anggota Gerakan Cinta Prabowo se-Indonesia Timur, bulan September, paling lambat awal Oktober," katanya.

Iwan menegaskan, dukungan GCP tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan konsolidasi di lapangan, tetapi juga melalui aktivitas para anggota di media sosial. 

GCP, kata dia, telah mendorong anggotanya untuk aktif menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah.

"Kami sudah membentuk seluruh anggota GCP untuk aktif bermedia sosial dan menyuarakan tentang kebenaran. Kami akan meng-counter berita-berita miring tentang Prabowo," tegasnya.

Kata Iwan, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari proses evaluasi. Namun, ia menilai berbagai kebijakan Prabowo yang dianggap kontroversial perlu dilihat secara utuh, termasuk kebijakan pemberantasan korupsi, mafia, oligarki hitam serta pengaturan ekspor.

Ia juga menegaskan GCP membuka ruang komunikasi dengan pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kritik terhadap pemerintahan Prabowo. Baginya, komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah maupun dengan masyarakat merupakan hal penting dalam memperbaiki kebijakan.

"Setiap kerja pasti ada evaluasi. Mana yang kurang bagus pasti akan diperbaiki, mana yang tidak perlu akan ditiadakan. Tapi intinya Pak Prabowo membuka ruang untuk kepada siapa pun untuk mengkritik, untuk berkomunikasi," ujarnya.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Iwan menyatakan GCP tetap memberikan dukungan. Ia meyakini pemerintah telah menyiapkan berbagai formula untuk menghadapi persoalan dalam pelaksanaan program tersebut.

"Program MBG adalah program mulia yang diberikan oleh Pak Prabowo kepada rakyat Indonesia, terutama adik-adik kita, anak-anak kita yang kesulitan untuk mendapatkan sarapan. Makanya MBG harus dipertahankan," katanya.

Iwan menambahkan, apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan MBG, hal tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki implementasi di lapangan, bukan menjadi alasan untuk menolak program secara keseluruhan.

Sementara mengenai wacana pembentukan kabinet bayangan atau kabinet tandingan, Iwan menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia menegaskan GCP tetap mengakui Prabowo Subianto sebagai presiden hingga akhir masa jabatan konstitusionalnya.

"Mereka mau membuat kabinet bayangan, presiden bayangan, silakan saja. Presiden kita tetap Prabowo Subianto sampai 2029. Mudah-mudahan Allah memberikan kesehatan, panjang umur, Prabowo siap memimpin sampai 2034," ucapnya.

Menanggapi isu mengenai kemungkinan aksi pada 11 Agustus, Iwan mengatakan GCP tidak mempersoalkan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Ia menekankan bahwa kritik dan protes merupakan bagian dari ruang demokrasi selama dilakukan sesuai ketentuan hukum.

"Kami tetap waspada, tapi kita tidak takut. Silakan mereka mau demo, mau apa pun silakan, tapi dengan catatan ikuti aturan dan jangan anarkis," tegas Iwan.

Iwan kembali menegaskan bahwa GCP siap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap Presiden Prabowo. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak harus berujung pada tindakan yang melanggar aturan.

"Kita memberikan ruang kepada siapa pun mengkritik Prabowo, untuk memprotes Prabowo silakan. Tapi harus didukung data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya. 

Ois




BACA JUGA BERITA LAINNYA