Breaking News

Ayep Zaki Dorong Baznas Jadi Instrumen Pembangunan, Target Zakat Dipatok Rp16 Miliar



SUKABUMI-Beritaekspos.com - Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendorong optimalisasi peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai salah satu instrumen dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Sukabumi.

Ayep Zaki menyampaikan, penguatan Baznas perlu dilakukan secara terukur dengan menetapkan target penghimpunan zakat secara bertahap. Dalam tahun pertama, target zakat ditetapkan mencapai Rp8 miliar.

“Targetnya dalam satu tahun ini zakat kita Rp8 miliar total. Kemudian target kedua Rp12 miliar dan target ketiganya Rp16 miliar,” ujar Ayep Zaki usai acara pelantikan pengurus Baznas 2026-20231, Rabu (13/8/2026). 

Menurutnya, Baznas tidak hanya dipandang sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah. 

Karena itu, berbagai sumber pembiayaan dan potensi sosial masyarakat perlu dikelola secara terintegrasi.

Ia menyebut, selain APBD, dukungan bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dan pendapatan asli daerah (PAD), potensi zakat serta wakaf juga dapat menjadi bagian yang diperhitungkan dalam memperkuat program pembangunan.

“Baznas dijadikan satu instrumen pembangunan. Mulai dari APBD kita, bantuan keuangan dari provinsi, termasuk PAD kita, Baznas dan wakaf,” jelasnya.



Ayep Zaki juga menyoroti potensi wakaf yang dinilai masih dapat dikembangkan. Saat ini, pengelolaan wakaf disebut telah menghasilkan sekitar Rp125 juta per tahun, meskipun nilainya masih relatif kecil.

Di sisi lain, Pemkot Sukabumi akan memanfaatkan teknologi melalui Sukasai atau Sukabumi Smart Artificial Intelligence untuk mendukung tata kelola program Baznas. 

Seluruh data yang berkaitan dengan Baznas nantinya akan diintegrasikan ke dalam sistem tersebut.

Melalui integrasi data itu, strategi kerja, program kerja hingga action plan Baznas dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. 

Pelaksanaan program juga diharapkan dapat dipantau secara lebih terukur melalui sistem digital.

“Kita akan menyusun satu strategi kerja, program kerja dan action plan Baznas. Realisasi kerjanya akan dimonitor oleh Sukasai. Jadi semua data Baznas akan kita masukkan ke Sukasai,” kata Ayep Zaki.

Terkait kemungkinan penambahan program kemasyarakatan, Ayep Zaki menegaskan pemerintah akan terlebih dahulu melihat dan menganalisis data yang telah tersedia. 

Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak optimal.



Ia juga membuka peluang untuk mengadopsi praktik pengelolaan zakat dan wakaf yang dinilai berhasil di daerah lain. 

Salah satu daerah yang disebut memiliki pengelolaan zakat dan wakaf cukup baik adalah Kabupaten Ciamis di Jawa Barat.

Dengan pendekatan berbasis data dan pemanfaatan teknologi, Ayep Zaki berharap pengelolaan zakat dan wakaf di Sukabumi dapat semakin profesional, transparan, tepat sasaran.

Ketua Baznas Aceng Najmudin Nawawi mengatakan, potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kota Sukabumi dinilai masih sangat besar. 

"Pemetaan awal, potensi ZIS di daerah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp148 miliar, sementara penghimpunan yang berhasil dikumpulkan saat ini masih berada di kisaran Rp5 miliar," ujarnya. 

Kondisi tersebut kata Aceng menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara potensi dan realisasi penghimpunan ZIS. 

"Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi berencana memperkuat strategi penghimpunan agar potensi tersebut dapat dioptimalkan," terangnya. 

Dia menambahkan salah satu langkah yang akan didorong adalah penguatan regulasi serta pemutakhiran sistem digitalisasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghasilkan basis data yang lebih akurat sehingga potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dianalisis secara lebih menyeluruh.

“Ke depan barangkali penguatan regulasi dulu dan pemutakhiran digitalisasi. Sehingga kita bisa menganalisis seperti apa dan harus bagaimana untuk mengoptimalisasikan zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi,” ujarnya. 

Kegiatan pelantikan di akhiri  dengan serah Terima jabatan dari pejabat lama Miftah Amir kepada Aceng Najamuddin Nawawi bertempat di Gedung Kajian Islam. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA