Breaking News

Pengecoran Jalan Pasirlayung Perana Dilakukan Bertahap, Pakai Rigid Beton FC 25.


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Proyek peningkatan Jalan Pasirlayung di Kota Sukabumi terus dikebut dengan sistem pengerjaan bertahap guna meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Perwakilan CV Makmur Sentosa Tanjil Darussalam menjelaskan, ruas jalan yang ditangani memiliki panjang sekitar 620 meter. Pada tahap pertama, pengecoran dilakukan mulai STA 350 hingga STA 625. 

Setelah pekerjaan selesai kata dia, beton akan menjalani masa perawatan selama sekitar tujuh hingga sepuluh hari sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya hingga tersambung ke arah Jalan Siliwangi.

"Pengerjaan dilakukan bertahap agar akses warga tidak terlalu terganggu. Untuk jalan yang menjadi lokasi pekerjaan memang harus ditutup sementara selama proses pengecoran berlangsung," ujarnya, Jumat (25/7). 

Sebelum pengecoran utama dilakukan, kontraktor terlebih dahulu mengerjakan lantai dasar menggunakan beton FC 10 sebagai lapisan perata. Pada tahap pertama ini, pengecoran struktur jalan menggunakan beton FC 25 sepanjang sekitar 275 meter.

Pelaksana optimistis pekerjaan tahap awal dapat diselesaikan dalam tiga hingga empat hari. Setelah memasuki masa tunggu sekitar tujuh hari dan beton dinilai cukup kuat dilalui kendaraan, pengerjaan akan dilanjutkan ke tahap kedua.

Ia menerangkan, lapisan dasar memiliki ketebalan rata-rata lebih dari lima sentimeter yang berfungsi meratakan permukaan jalan agar tidak bergelombang maupun berlubang. 

Selanjutnya, lapisan struktur menggunakan rigid beton FC 25 dengan ketebalan 20 sentimeter sesuai gambar perencanaan dari Dinas Bina Marga.

Menurutnya, spesifikasi tersebut dirancang untuk jalan lingkungan dengan kemampuan menahan beban kendaraan hingga sekitar delapan ton.



"Karena ini merupakan jalan lingkungan, bukan jalan nasional ataupun jalan provinsi, maka desainnya disesuaikan dengan beban maksimal sekitar delapan ton," jelasnya.

Menanggapi pernyataan Wali Kota Sukabumi yang akan memberikan sanksi tegas hingga mem-blacklist kontraktor yang bekerja tidak sesuai spesifikasi, pelaksana proyek mengaku menjadikan hal tersebut sebagai motivasi sekaligus peringatan agar pekerjaan dilakukan secara maksimal.

Ia menegaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, termasuk ketebalan dan mutu beton, sehingga hasil pekerjaan memenuhi standar serta dapat dipertanggungjawabkan saat dilakukan pemeriksaan. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA