Nurhabli Ridwan Kader Konservasi Founder GRAS Jalani Verifikasi Penilaian Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional di TWA Sibolangit Deli Serdang
SIBOLANGIT," Beritaekspos.com -, 30 Juni 2026 – Nurhabli Ridwan, Kader Konservasi Alam asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara sekaligus Pendiri dan Ketua Umum Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), menerima kunjungan Tim Penilai Apresiasi Wana Lestari dari Kementerian Kehutanan di Ruang Informasi Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Selasa (30/6).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi lapangan dalam Penilaian Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026. Sebelumnya, Nurhabli Ridwan telah ditetapkan sebagai wakil Provinsi Sumatera Utara pada Apresiasi Wana Lestari 2026 kategori Kader Konservasi Alam.
Apresiasi Wana Lestari merupakan program penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan sebagai bentuk apresiasi kepada individu, kelompok masyarakat, maupun aparatur pemerintah yang menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Dalam proses penilaian tersebut, Nurhabli Ridwan yang diangkat sebagai Kader Konservasi Alam sejak tahun 2020 dengan Nomor Kader ST.010/K.3/BIDTEK/KSA/P/07/2020, mempresentasikan berbagai program konservasi yang telah dilaksanakan sepanjang periode 2020–2026. Program-program tersebut meliputi perlindungan kawasan konservasi, rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam pelestarian alam. Seluruh kegiatan tersebut terdokumentasi dan dipublikasikan melalui berbagai media massa nasional, media lokal, media daring, serta media sosial sebagai bagian dari rekam jejak transparansi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program.
Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah Program Penanaman Pohon di Lereng Terjal, yang diinisiasi bersama GRAS dan berbagai mitra sebagai upaya mitigasi bencana melalui rehabilitasi kawasan rawan longsor. Program ini berfokus pada penanaman vegetasi di lereng-lereng terjal guna meningkatkan daya dukung lahan, memperkuat struktur tanah, mengurangi risiko longsor, serta menjaga fungsi ekologis kawasan konservasi.
Program unggulan lainnya adalah Camp Edukasi Biodiversity and Cleanup Movement, sebuah model pendidikan konservasi berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan pengenalan keanekaragaman hayati, aksi bersih kawasan konservasi, penanaman pohon, diskusi lingkungan, serta penguatan kepemimpinan generasi muda. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus melahirkan kader-kader konservasi baru.
Atas dedikasinya dalam kegiatan konservasi, Nurhabli Ridwan telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya Juara III Duta Konservasi Alam BBKSDA Sumatera Utara Tahun 2019, Wisudawan Terbaik Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 1 Tahun 2021 yang menerima penghargaan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masuk 100 Besar Forest Youthverse Tahun 2025, serta berbagai penghargaan lainnya di bidang kepemudaan, lingkungan, dan pengabdian masyarakat.
Selain melakukan verifikasi administrasi, Tim Penilai juga melaksanakan verifikasi lapangan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit sebagai lokasi pelaksanaan berbagai program konservasi tersebut. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang dipresentasikan dengan implementasi di lapangan, sekaligus menilai dampak nyata kegiatan terhadap pelestarian kawasan dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Untuk wilayah Sumatera Utara, verifikasi dilakukan oleh Sri Mulyani dari Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), Kementerian Kehutanan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, serta jajaran Resort Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Sibolangit.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi terhadap upaya Nurhabli Ridwan dalam mendokumentasikan dan menyajikan rekam jejak kegiatan konservasi. Menurutnya, pemanfaatan berbagai publikasi media sebagai bagian dari bahan pendukung laporan merupakan langkah yang baik dalam memperkuat dokumentasi sekaligus menunjukkan transparansi dan konsistensi pelaksanaan program di lapangan.
Ia menilai bahwa dokumentasi melalui media massa, media daring, media sosial, serta berbagai publikasi kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai bukti pelaksanaan program, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas dampak program konservasi sekaligus menginspirasi lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat dalam aksi nyata menjaga kelestarian alam.
Sri Mulyani juga berharap para Kader Konservasi Alam lainnya dapat memanfaatkan berbagai platform media secara lebih optimal sebagai sarana edukasi, kampanye, dan diseminasi informasi mengenai konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik, mendokumentasikan praktik-praktik baik di lapangan, memperluas jangkauan pesan konservasi, serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup. Dengan pemanfaatan media yang positif, gerakan konservasi diharapkan semakin dikenal, didukung, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhabli Ridwan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan gerakan konservasi yang dibangun bersama.
"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar GRAS yang selama ini telah bekerja, berjuang, dan mengabdikan diri dalam setiap kegiatan konservasi. Terima kasih juga kepada Kementerian Kehutanan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, para mitra, relawan, akademisi, dunia usaha, media, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, pendampingan, dan kepercayaan kepada kami. Capaian ini bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kolaborasi, semangat gotong royong, dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup."
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program konservasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kawasan konservasi, dan lingkungan hidup Indonesia.
Nurhabli menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Apresiasi Wana Lestari bukan semata-mata untuk meraih penghargaan, melainkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam membangun gerakan konservasi yang berkelanjutan.
Selain itu, ia juga berharap berbagai program konservasi yang telah diinisiasi bersama GRAS dan para mitra dapat memperoleh dukungan yang lebih luas dari Kementerian Kehutanan, baik melalui pendanaan pemerintah maupun fasilitasi kemitraan dengan dunia usaha, lembaga filantropi, serta organisasi yang memiliki program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).
"Saya berharap Kementerian Kehutanan dapat terus mendukung dan memfasilitasi program-program konservasi yang telah kami jalankan, tidak hanya melalui dukungan APBN maupun APBD, tetapi juga dengan menjembatani kolaborasi bersama perusahaan, lembaga, dan para mitra yang memiliki program CSR atau TJSL. Dengan kolaborasi yang lebih luas, kami optimistis gerakan konservasi akan memberikan dampak yang semakin besar bagi masyarakat, kawasan konservasi, dan generasi mendatang," ujar Nurhabli Ridwan.
Sebagai penutup rangkaian verifikasi lapangan, Nurhabli Ridwan bersama Sri Mulyani selaku Tim Penilai dari Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Kehutanan, didampingi perwakilan Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara, melaksanakan aksi penanaman pohon kepuh (Sterculia sp.) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit.
Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat semangat konservasi, menjaga kelestarian kawasan, serta mewariskan hutan yang lestari bagi generasi mendatang. Kegiatan ini menegaskan bahwa konservasi tidak hanya diukur melalui dokumen dan presentasi, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak.
Melalui proses verifikasi Apresiasi Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 ini, diharapkan semakin banyak kader konservasi yang lahir dan terus menggerakkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup Indonesia. Keikutsertaan Nurhabli Ridwan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat mampu melahirkan gerakan konservasi yang berdampak nyata sekaligus menginspirasi lahirnya generasi penerus yang peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.

