Breaking News

Kelurahan Subangjaya Fokus Perkuat Pengelolaan Sampah dan Infrastruktur pada Semester II 2026


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Kelurahan Subangjaya terus menggenjot sejumlah program prioritas pada 2026. Selain memperkuat pengelolaan sampah berbasis kewilayahan, kelurahan juga menargetkan peningkatan infrastruktur lingkungan serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Lurah Subangjaya Jumyati mengatakan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama yang dijalankan sesuai arahan pimpinan daerah. Hingga pertengahan tahun, sekitar 80 persen wilayah di Kelurahan Subangjaya telah menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri melalui peran aktif RT dan RW.

"Alhamdulillah hampir 80 persen pengelolaan sampah di Subangjaya sudah berjalan secara mandiri oleh kewilayahan, khususnya RT dan RW," ujarnya, Selasa (7/7). 

Selain pengelolaan sampah, Kelurahan Subangjaya juga mengoptimalkan capaian PBB-P2 dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejak Februari, setelah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) diterbitkan, petugas langsung mendistribusikannya kepada warga melalui pelayanan di Posyandu maupun sekretariat RT dan RW.

Menurutnya, langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan berdampak pada peningkatan penerimaan pajak.

Meski demikian, pada triwulan kedua sempat terjadi perlambatan capaian akibat momen Hari Raya Keagamaan serta kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru. Kondisi itu diperkirakan memengaruhi kemampuan masyarakat dalam membayar pajak.

"Kami berharap pada triwulan ketiga dan keempat capaian PBB-P2 bisa kembali meningkat," katanya.

Memasuki semester kedua, Kelurahan Subangjaya juga memprioritaskan inventarisasi jalan rusak dan saluran drainase. Beberapa ruas jalan telah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan diharapkan perbaikan infrastruktur lainnya dapat terus berlanjut hingga akhir tahun.

Di sisi lain, persiapan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) juga telah dimulai melalui rapat koordinasi bersama para Ketua RW dan LPM. Saat ini setiap wilayah sedang melaksanakan rembuk warga untuk menentukan usulan program yang akan diajukan.

Mayoritas usulan masyarakat masih didominasi pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan lingkungan dan tembok penahan tanah (TPT). Namun sejumlah RW juga mulai mengusulkan pengadaan sarana pendukung pengelolaan sampah, seperti motor sampah maupun gerobak sampah.

"Harapannya melalui P2RW, persoalan pengelolaan sampah di lingkungan dapat semakin teratasi," ujarnya.

Sementara itu, untuk Dana Kelurahan, proses perencanaan telah dilakukan dan saat ini tinggal menunggu kepastian alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Dana tersebut direncanakan akan digunakan untuk pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan dan TPT, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok PKK.

Dia berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas lingkungan, infrastruktur, maupun pemberdayaan warga. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA