Gawat, Kota Sukabumi Dihadapkan Krisis Anggaran Jelang Porprov Jabar 2026
SUKABUMI-Beritaekspos.com - Nasib kontingen Kota Sukabumi untuk tampil di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat XV 2026 kini berada di ujung ketidakpastian.
Hingga pertengahan tahun 2026, pemerintah daerah belum juga memastikan ketersediaan anggaran untuk membiayai keberangkatan atlet dan official.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan insan olahraga. Jika batal berpartisipasi, Kota Sukabumi akan mencatat sejarah pahit karena terancam absen dalam pesta olahraga terbesar tingkat Jawa Barat itu.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengakui kondisi fiskal daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Menurutnya, anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat masih tertahan dan terkena efisiensi, sehingga banyak program daerah terpaksa dihentikan sementara.
“Kita sangat prihatin di tahun 2026 ini. TKD kita Rp156 miliar terkena efisiensi. Banyak anggaran yang akhirnya disetop,” ujar Ayep, Minggu (10/5/2026).
Ia mengatakan, Pemkot Sukabumi tidak ingin mengambil risiko mengeluarkan anggaran tanpa kepastian sumber dana.
Karena itu, berbagai rencana kegiatan, termasuk pembiayaan Porprov, masih menunggu perkembangan pencairan dana transfer dari pusat.
“Kita belum bisa menentukan sekarang. Kita tunggu dulu TKD turun,” katanya.
Saat disinggung mengenai kebutuhan anggaran kontingen yang disebut mencapai sekitar Rp5 miliar, Ayep belum dapat memastikan apakah nominal tersebut mampu dipenuhi pemerintah daerah.
Bahkan, ia secara terbuka menyampaikan kemungkinan Kota Sukabumi tidak mengirim kontingen apabila kondisi keuangan tidak berubah.
“Kalau anggaran nggak ada, gimana lagi? Masa harus pinjam uang? Ya nggak mungkin,” tegasnya.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan. Pasalnya, Porprov bukan sekadar agenda olahraga biasa, melainkan panggung pembinaan atlet daerah yang selama ini menjadi tolok ukur prestasi olahraga Kota Sukabumi di tingkat Jawa Barat.
Di tengah semangat para atlet yang terus berlatih menghadapi kompetisi, ketidakpastian anggaran justru menjadi ancaman serius yang dapat memupus harapan mereka tampil membawa nama daerah.
Ois

