Satgas Pastikan Transparansi Soal Porsi MBG di Sekolah
SUKABUMI,- beritaekspos. com. -
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan menjadi perhatian khusus Satgas MBG Kota Sukabumi.
Ketua Satgas MBG, Andri Setiawan, turun langsung melakukan monitoring ke dua sekolah di Jalan Siliwangi, yakni SDN Kebonjati dan SMPN 5 Kota Sukabumi, Senin (2/3/2026).
Monitoring tersebut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, para kepala sekolah, PIC MBG masing-masing sekolah, serta Kepala SPPG dan ahli gizi.
Dalam peninjauan itu, Andri memastikan distribusi MBG selama Ramadan menyesuaikan dengan kondisi puasa. Menu yang dibagikan kepada siswa mayoritas berupa makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka.
“Bulan Ramadan ini rata-rata dalam bentuk keringan, karena untuk menjelang buka puasa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan informasi terkait pembagian porsi dan nilai bantuan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, khususnya orang tua siswa.
Menurut Andri, terdapat dua kategori porsi dalam program MBG. Balita hingga siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD menerima porsi kecil senilai Rp8 ribu. Sementara siswa kelas 4 SD hingga SMA, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, menerima porsi besar senilai Rp10 ribu.
Selain pengawasan kualitas dan distribusi, Satgas juga mendorong transparansi. Andri meminta agar setiap kantong MBG mencantumkan daftar menu beserta rincian harga makanan dan minuman.
“Saya minta agar dicantumkan list harga makanan dan minuman dalam kantong MBG supaya transparan,” tegasnya.
Sementara itu, Novian Restiadi menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan memiliki dua peran dalam program MBG, yakni sebagai penerima manfaat di satuan pendidikan sekaligus bagian dari Satgas yang bertugas melakukan pengawasan.
Karena itu, pihaknya berkepentingan memastikan program berjalan optimal dan mampu menjawab berbagai dinamika serta harapan masyarakat.
“Kami ingin memastikan program MBG berjalan dengan baik dan setiap masukan masyarakat bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan,” pungkasnya.
Ois


