Mengisi dan Memaknai Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, SMKN Banyusari, Kabupaten Karawang, Menggelar Kegiatan Pesantren Ekologi
KARAWANG," BERITAEKSPOS.COM – Dalam rangka mengisi dan memaknai bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMKN Banyusari, Kabupaten Karawang, menggelar kegiatan Pesantren Ekologi pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter siswa yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Pesantren Ekologi 1447 H tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias. Sejak pagi hari, para siswa telah mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang dikemas secara edukatif dan aplikatif. Tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga keseimbangan alam.
Kepala SMKN Banyusari, Kardiyah, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pesantren Ekologi merupakan bentuk inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, krisis lingkungan yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab, sehingga diperlukan penanaman nilai sejak dini melalui pendekatan agama dan pendidikan.
“Melalui Pesantren Ekologi ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Islam mengajarkan kebersihan, keseimbangan, dan kepedulian terhadap alam. Nilai-nilai ini harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kardiyah.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Diharapkan, para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi
Rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi meliputi tausiyah keislaman bertema lingkungan, tadarus Al-Qur’an, diskusi interaktif tentang peran pelajar dalam menjaga kelestarian alam, serta praktik nyata seperti aksi bersih lingkungan sekolah, pengelolaan sampah, dan pengenalan konsep ramah lingkungan. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang utuh antara ajaran agama dan praktik kehidupan berkelanjutan.
Para guru dan panitia turut mendampingi siswa dalam setiap sesi kegiatan, sehingga tercipta suasana belajar yang khidmat, namun tetap menyenangkan. Para siswa pun terlihat aktif bertanya dan berdiskusi, menandakan tingginya minat dan kepedulian terhadap isu lingkungan yang dikaitkan dengan nilai-nilai Islam.
Dengan terselenggaranya Pesantren Ekologi 1447 H ini, SMKN Banyusari berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin setiap Ramadan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mendukung pendidikan karakter dan pembangunan berkelanjutan.
Pesantren Ekologi ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta alam sekitar.

