Ansyithoh Ramadhan 1447 H Jadi Ruang Refleksi Aparatur Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi
SUKABUMI, -beritaekspos. com. -
Program Ansyithoh Ramadhan 1447 H yang digelar Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan. Kegiatan ini diarahkan sebagai ruang refleksi bagi aparatur dalam memperkuat etika, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, Senin (23/2/2026).
Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Wawan Godawan Saputra, menekankan bahwa Ramadhan memiliki dimensi yang lebih luas daripada rutinitas ibadah semata. Menurutnya, bulan suci harus dimaknai sebagai momentum evaluasi diri, baik secara personal maupun kelembagaan.
“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menata kembali niat, cara kerja, serta komitmen pengabdian. Nilai spiritual harus hadir dalam setiap aspek pelayanan publik,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan tadarus Al-Qur’an, tausiyah, kajian keagamaan, serta pengajian Ramadhan. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembinaan mental aparatur agar tetap memiliki keseimbangan antara profesionalitas dan moralitas.
Selain penguatan spiritual, program Ramadhan juga diwarnai kegiatan sosial. Penggalangan donasi dan santunan anak yatim menjadi simbol kepedulian aparatur terhadap lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga sensitivitas sosial birokrasi. Aparatur, lanjut Wawan, tidak boleh terlepas dari realitas masyarakat yang dilayani.
Kegiatan perawatan rutin masjid di lingkungan kantor turut menjadi bagian dari program. Langkah ini dilakukan untuk memastikan fasilitas ibadah tetap nyaman sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat aktivitas spiritual.
Pelaksanaan Ansyithoh Ramadhan juga membawa dampak pada suasana kerja internal. Interaksi dalam kegiatan kolektif mempererat kebersamaan serta membangun komunikasi yang lebih cair antarpegawai.
Melalui program ini, DPRD Kabupaten Sukabumi berharap semangat Ramadhan mampu memperkuat karakter aparatur yang berintegritas, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
Ois

