Wali Kota Sukabumi Tekankan Respons Cepat Aparat atas Insiden Kekerasan Pergantian Tahun
SUKABUMI," beritaekspos.com -
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan pentingnya respons cepat dan profesional dari aparat penegak hukum dalam menangani insiden kekerasan yang terjadi pada malam pergantian tahun di wilayah Kota Sukabumi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menjenguk korban penganiayaan yang tengah menjalani perawatan di RSUD R. Syamsudin S.H, Sabtu (3/1/2026). Kunjungan itu dilakukan bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap korban kekerasan.
Ayep menilai, insiden kekerasan jalanan tidak hanya merugikan korban secara fisik, tetapi juga mengganggu rasa aman masyarakat. Karena itu, ia meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menahan diri dari tindakan yang dapat memicu konflik sosial, termasuk tawuran dan penggunaan senjata tajam.
“Keamanan dan kedamaian kota adalah tanggung jawab bersama. Kekerasan tidak boleh menjadi jalan keluar dari persoalan apa pun,” ujar Ayep.
Selain penegakan hukum, Ayep menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu proses hukum dengan melaporkan setiap peristiwa tindak kekerasan yang dialami atau diketahui.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan RSUD R. Syamsudin S.H yang dinilainya terus menunjukkan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Berdasarkan data rumah sakit, tercatat empat korban penganiayaan akibat insiden tersebut. Satu orang masih menjalani perawatan, dua orang telah dipulangkan, sementara satu korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.
Sementara itu, Kapolsek Cikole Kompol Ma’ruf Murdianto menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sukabumi Kota untuk mendalami peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dan jenis kejadian, apakah merupakan tawuran atau aksi kelompok tertentu. Hasilnya akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan rampung,” katanya.
(OIS)

