Breaking News

Musrenbang Nyomplong, Warga Sepakati Sembilan Agenda Utama ‎



SUKABUMI, beritaekspos .com. -

‎Musrenbang Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, pada Selasa (2/1/2025) berlangsung hangat dan penuh dinamika. Ruang Pertemuan Kelurahan dipadati warga yang datang membawa beragam catatan kebutuhan lingkungan, mulai dari infrastruktur dasar hingga program pemberdayaan ekonomi.

‎Sejak awal, suasana forum sudah terasa serius. Kepala Bappeda Kota Sukabumi Mohammad Hasan Asari membuka kegiatan yang dihadiri Camat Warudoyong Sandra Teguh Utama, dua anggota DPRD Kota Sukabumi, perangkat OPD, unsur keamanan, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan swasta. Kehadiran mereka menegaskan posisi Musrenbang sebagai jalur resmi penentu arah pembangunan wilayah.

‎Camat Warudoyong Sandra Teguh Utama menyebut Nyomplong sebagai salah satu kelurahan dengan tingkat partisipasi masyarakat tertinggi. Menurutnya, warga mampu menjaga semangat gotong-royong setiap kali pembangunan dilaksanakan.

‎“Ketika pemerintah memberikan stimulan, warga bergerak bersama menyelesaikan sisanya. Ini yang membuat pembangunan berbasis wilayah tetap hidup,” kata Sandra. 

‎Ia menilai tingginya kehadiran warga kali ini menunjukkan bahwa Musrenbang masih menjadi forum yang dianggap penting, bukan sekadar formalitas tahunan.

‎Lurah Nyomplong Asep Nurohmat menjelaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan dalam Musrenbang telah melalui proses rembuk warga sebelumnya. 

‎Dari proses itu, lahir sembilan skala prioritas yang menjadi pegangan kelurahan untuk diperjuangkan pada jenjang kecamatan dan kota.

‎Usulan fisik meliputi pengaspalan jalan lingkungan, pembangunan drainase di titik rawan, serta pemasangan CCTV di beberapa gang sebagai upaya peningkatan keamanan. 




Sementara untuk nonfisik, warga menekankan pentingnya pelatihan UMKM dan program peningkatan ekonomi produktif.

‎Asep menegaskan bahwa kelurahan bersama LPM akan mengawal seluruh daftar prioritas tersebut sampai masuk ke tahap perencanaan kota. ‎“Ini hasil musyawarah warga, kami pastikan tidak ada yang terabaikan,” ujarnya.

‎Dengan cakupan sembilan RW dan 49 RT, Musrenbang Nyomplong kembali menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan yang efektif hanya bisa terwujud ketika warga dilibatkan secara langsung. Forum ini menjadi ruang di mana suara masyarakat dirangkai menjadi agenda pembangunan yang jelas dan terukur.

OIS

BACA JUGA BERITA LAINNYA