Breaking News

Bobby Tegaskan Kota Sukabumi Bukukan Lompatan Besar dalam Penurunan Stunting ‎



SUKABUMI, beritaekspos. com. -

‎Pemerintah Kota Sukabumi mencatat progres signifikan dalam upaya menekan angka stunting. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa kerja bersama seluruh sektor telah membawa hasil nyata. 

‎Berdasarkan data resmi, prevalensi stunting yang semula berada pada angka 26,9 persen di tahun 2023 berhasil turun menjadi 19,7 persen pada 2024.

‎Menurut Bobby, penurunan tajam tersebut memperlihatkan bahwa arah kebijakan penanganan stunting di Kota Sukabumi semakin tepat sasaran. 

‎“Ini membuktikan bahwa langkah-langkah yang kita lakukan sudah berada di jalur yang benar,” ujarnya, Selasa (2/11/2025). 

‎Selain itu juga mendapatkan pengakuan di tingkat provinsi maupun nasional. 

‎Kota Sukabumi meraih penghargaan sebagai Kota Berkinerja Terbaik pada pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Jawa Barat 2024. 

‎Selain itu, pada 2025 pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan memberikan Insentif Fiskal kategori penurunan stunting—sebuah bentuk apresiasi atas kerja kolaboratif lintas sektor yang semakin solid.

‎Namun Bobby menekankan bahwa tantangan ke depan semakin besar. Target penurunan stunting kini menjadi bagian dari RPJMD Kota Sukabumi 2025–2029.

‎‎Sasaran yang lebih presisi yakni 18,07 persen (2025), 16,05 persen (2026), 15,41 persen (2027), 14,32 persen (2028), dan 13,36 persen (2029). Ia memastikan bahwa pemerintah kota berkomitmen untuk mencapai seluruh target tersebut.

‎Bobby menegaskan pentingnya kualitas data dalam proses evaluasi. Menurutnya, pengisian indikator kinerja stunting tidak bisa dianggap sebagai formalitas administrasi. 

‎“Kelengkapan data, akurasi, dan ketepatan waktu pelaporan adalah instrumen penting untuk memastikan program kita tetap terkendali,” tuturnya.

‎Lebih jauh dia menjelaskan bahwa penilaian kinerja daerah dilakukan melalui tiga aspek utama yaitu efektivitas pelaksanaan aksi konvergensi, capaian layanan kesehatan dan infrastruktur dasar, serta efektivitas konvergensi di tingkat desa. 

‎Penilaian ini melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, hingga Kementerian Desa.

‎Untuk menghadapi evaluasi 2025, Bobby menegaskan tiga arahan. Pertama, memastikan seluruh indikator terisi lengkap dan konsisten berbasis data lapangan. 

‎Kedua, memperkuat koordinasi lintas OPD hingga kecamatan dan kelurahan. Ketiga, menjaga ketepatan waktu pelaporan agar ritme program tetap berjalan efektif.

‎‎Bobby optimistis, dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Kota Sukabumi mampu menjaga tren penurunan stunting dan mencapai target pembangunan jangka menengah yang telah ditetapkan.


OIS

BACA JUGA BERITA LAINNYA