Breaking News

PJ. Bupati Garut Barnas Adjidin Ikuti Shalat Idul Fitri, Dirinya Minta Dukungan Dalam Mengemban Amanat Kepemimpinan



GARUT, beritaekspos.com - Barnas Adjidin, Penjabat (Pj) Bupati Garut, menyampaikan sambutannya usai melaksanakan akan Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Masjid Agung Garut. Rabu 10/4/2024.

Barnas, yang dilantik pada 23 Januari 2024, berjanji untuk memastikan kelancaran pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan masyarakat.

Di hadapan para jamaah, termasuk Asiten Pemerintahan dan Kesra, Bambang Hafidz, Asisten Administrasi Umum, Budi Gan Gan, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedy Mulyadi termasuk Bupati ke-26, Rudy Gunawan. 

Barnas mengungkapkan bahwa hari ini merupakan kali pertama bagi dirinya melaksanakan salat ied sebagai Penjabat Bupati Garut sejak dilantik pada tanggal 23 Januari 2024 lalu.

"Saya mendapat tugas dari pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, untuk memastikan dan menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, dan pembinaan masyarakat di Kabupaten Garut berjalan sebagaimana mestinya," tegas Barnas.

Dalam sambutannya dihadapan ribuan ummat memadati pelataran Masjid Agung dan Alun-alun Garut, Barnas secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Bupati Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Helmi Budiman atas dedikasinya selama 10 tahun membangun Kabupaten Garut yang sangat baik. 

Ia juga berharap dukungan dari semua pihak, baik dari unsur DPRD, Forkopimda, instansi pemerintah, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat Garut guna tercapainya hasil pembangunan yang diharapkan.

"Memang banyak prestasi yang sudah kita raih, namun tentu masih banyak yang harus kita perbaiki, di masa tugas sebagai Penjabat Bupati Garut yang singkat ini, saya justru ingin bekerja cepat, tepat, tuntas, serta memberikan yang terbaik, karena sadar waktu saya bertugas di Kabupaten Garut tidaklah panjang," katanya.

Sebagai bagian dari tugasnya, Barnas dan Forkopimda Kabupaten Garut bertujuan menjadikan Garut sebagai daerah yang nyaman, bersih, dan aman. 

Salah satu langkahnya adalah melalui kebijakan untuk menghargai hak pejalan kaki di pedestrian dengan menempatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di tempat yang bukan merupakan bahu jalan atau trotoar.

"Kami mohon maaf, jika hal ini belum optimal. Namun, saya bertekad untuk terus bekerja mewujudkan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat, yang sama-sama menyampaikan kepada saya, betapa kita semua membutuhkan kota yang nyaman, bersih, dan aman," lanjut Barnas.

Barnas juga telah mencanangkan program zero waste untuk mengurangi timbulan sampah melalui pengelolaan sampah modern. 

"Mengajak sikap dan perilaku seluruh aparatur guna mendukungnya dengan menerapkan eco office, namun tentu kami memerlukan dukungan seluruh masyarakat, mohon maaf jika belum optimal," tuturnya.

Selain itu, guna mendorong penggunaan produk unggulan lokal seperti kulit Garut dan Batik Garutan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Sekali lagi kami memerlukan dukungan seluruh warga masyarakat dan keluarganya masing-masing, termasuk warga Garut yang selama ini tinggal di luar Garut namun tengah mudik di kampung halaman, siapa lagi yang akan melindungi dan mempromosikan produk-produk unggulan kalau bukan kita sendiri," ungkapnya. 

Terakhir, Barnas mengajak masyarakat muslim Garut untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah guna menciptakan kedewasaan, toleransi, dan saling menghargai antar umat beragama di Kabupaten Garut.

"Sehingga Kabupaten Garut yang kita cintai bersama ini tetap aman, kondusif, dan tetap dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya.

Pelaksanaan Salat Idul fitri berlangsung tertib dan hidmat, bertindak selaku Imam Ketua DKM Masjid Agung Garut, KH. Muhammad Shufina dan Khotib KH. Thontowi Djauhari, Pimpinan Pondok Pesantren Al Wasilah.

Khotib membawakan topik khutbahnya dengan tema "Mau Dibawa Ke Mana Indonesia Ini"

KH. Thontowi Djauhari dalam paparannya menyampaikan bahwa memang NKRI bukan negara agama, namun Pancasila dan UUD 1945 merupakan negara Ber-Agama yang menjunjung tinggi subtansi agama yaitu nilai-nilai universal kemanusiaan.

Sebagai rakyat Indonesia yang religi, kata Thontowi, kita tidak menginginkan Indonesia seperti negara-negara maju yang sekuler dan kapitalis, negara dan rakyatnya maju dalam hal ekonomi, namun mundur dalam hal-hal universal kemanusiaan. 

Terbukti dengan indikator merajalelanya praktek asusila, perjudian, narkoba, pencurian, penipuan, korupsi, serta kedholiman dan seterusnya.

"Tetapi kita menginginkan Indonesia maju dalam hal ekonomi tetapi kemajuan ekonomi tersebut timbul dari penerapan nilai-nilai universal kemanusiaan yang sering kita sebut dengan kesolehan sosial. Indonesia yang maju kesolehan sosialnya yang membawa berkah kemajuan ekonominya," tandasnya 

Usai salat Ied, Pj. Bupati beserta istri dan keluarga melakukan open house bersama para unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kerabat terdekat di Gedung Pendopo Garut.

Secara umum pelaksanan salat idul Fitri berjalan tertib, hidmat dan semarak. Hampir di 42 kecamatan melaksanakan salat Ied di lapang dan masjid besar. Begitu pula organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Persis dan Nahdatul Ulama menyelenggarakan salat Ied lapang dan masjid-masjid dan tempat-tempat umum.

Jurnalis : (Beni)

BACA JUGA BERITA LAINNYA