Breaking News

Terindikasi Pungli Insentif Paud Diduga Dilakukan Penilik Paud Kecamatan Pabuaran.






SUKABUMI, beritaekspos.com - 
Diduga penilik paud Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi pungli insentif guru paud Kelompok Bermain(KB) Kecamatan Pabuaran.
 
Salah satu guru paud Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi yang tidak mau disebut namanya, menjelaskan. Pada hari Jum'at 21 Januari 2022 mendapat insentif sebesar 2.400.000 
dari pusat khusus guru notabene paud kelompok bermain(KB) untuk Kecamatan Pabuaran ada 14 guru yang mendapatkan insentif tersebut.

Hari Jum'at mencairkan dana insentif tersebut ke bank,setelah dari bang langsung menemui penilik dan memberikan uang senilai 200.000 per orang guru,dengan dasar uang tersebut untuk biaya SPJ.
Dan penilik menganggarkan meminta Kepada tiap lembaga paud 5 persen dari BOP,yang realisasinya per enam bulan sekali, bapak bisa hitung kalo 10 juta saja dari satu paud anggaran BOP tersebut 500.000 Ribu,sedangkan ada 43 lembaga paud se kecamatan pabuaran, bapak bisa hitung berapa besaran uang pungutan tersebut.ucapnya.

Saat ditemui ditempat yang berbeda penilik paud Kecamatan Pabuaran Sumarna S.pd menerangkan, pada malam Kamis saya mendapat wa dari kementrian bawa guru paud KB mendapat insentif sebesar 2.400.000 per tahun,dan saya impormasikan kepada guru yang mendapatkan insentif tersebut, bahwa setelah uang diterima harus membuat SPJ,dan SPJ nya seperti ini,tetapi semua keberatan untuk pembuatan SPJ tersebut,bagaimana Pak kalau dikolektipkan untuk pembuatan SPJ itu, kata salah satu guru, dan pada akhirnya SPJ dibuatkan sama saya sendiri untuk 14 org tersebut.

Lanjut Sumarna",untuk pembuatan SPJ tersebut ada beberapa hal yang dibutuhkan seperti materai dan yang lainnya, dan untuk mengantarkan SPJ tersebut kan harus pake bengsin juga,tuturnya.

Dan setelah guru mencairkan uang tersebut, guru itu datang ke kantor untuk menandatangani SPJ yang saya buat dan memberikan uang 200.000, karena mereka mungkin bukan gak bisa membuat SPJ tetapi tidak mau ribet saja mungkin, dan SDM pun diantaranya tidak memenuhi untuk pembuatan SPJ, karena guru paud di kec Pabuaran lulusan SDN saja ada, bahkan mayoritas paket.

Terkait BOP pun sama pembuatan SPJ selalu di kolektipkan karena itu tadi SDM yang kurang memadai, dan terkait 5 persen karena paud itu kelembagaan, yang tentunya banyak kebutuhan kegiatan kegiatan yang tak terduga, salahsatu nya seperti MTQ yang sekarang berlangsung, nah uang dari situ yang diberikan.

Bahkan saya selalu bilang kepada Himpaudi jangan kosong uang tersebut soalnya ketika ada kegiatan yang tak terduga atau misal ada murid yang sakit, bisa uang itu digunakan. jelasnya

Sungguh sangat ironis, seorang penilik untuk pembuatan LPJ dan mengantarkan nya,karena untuk bengsin,meminta kepada seorang guru yang insentip setiap bulanya gaya 100.000,dan insentif 200.000 perbulan itu hanya untuk guru Kelompok Bermain saja(KB)
Yang realisasinya pun satu tahun sekali..memprihatin kan.

Oto

BACA JUGA BERITA LAINNYA