Breaking News

Agen Di Desa Sukamulya Kembali Salurkan BPNT Kepada 550 KPM

 



SUKABUMI, beritaekspos.com - 
Sebanyak (550) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Kembali Melakukan Transaksi  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di agen E-warung Mulyadi, Selasa, (19/05/2021).

Agen E-Warung Mulyadi, kepada berita ekspos. Com Mengatakan, Hari ini kami melaksanakan Transaksi penyaluran bantuan (BPNT) Kepada (550) (KPM) , berupa sembako beras premium 11 kg, kacang 1/2 kg, buah jeruk 1 kg, Telur 2 kg, Dan tahu satu kantung. 

Kegiatan penyaluran ini melibatkan pendampingan Babinsa, Babinkamtibmas, staf Desa, Dan TKSK kecamatan Cikembar. 

“Untuk teknis penyaluran kami tetap menerapkan perotokol kesehatan dan penyalurannya dengan cara per RW agar tidak terjadi penumpukan warga serta (KPM) yang mengambil bantuan di haruskan untuk menggunakan masker, Cuci tangan Dan jaga jarak,"Ujar Mulyadi. 

Dia menyebutkan, Penyaluran (BPNT) akan  dilaksanakan 2 (dua) hari. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi adanya antrian (KPM) . Untuk mengantisipasi penyebaran Virus covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan cukup ketat. 

Penyaluran (BPNT) hari ini alhamdulillah berjalan kondusif, KPM yang datang bisa melakukan transaksi dengan aman Dan tertib."Kami harap bantuan ini dapat bermanfaat Dan bisa membantu kebutuhan warga sehari hari.Terang Mulyadi. 

Sementara Babinsa Desa Sukamulya Anggota Koramil 0708 Cikembar Kodim 0607 Kota Sukabumi, Serka Rusman Gani mengatakan, Babinsa hari ini melaksanakan pendampingan penyaluran (BPNT) di bulan Mei (2021).
Ada (550) (KPM) yang melakukan transaksi (BPNT) Dan alhamdulillah berjalan aman. 

Pendampingan ini Saya lakukan guna memberikan rasa aman, selain itu Saya selalu menghimbau kepada semua (KPM) agar tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai intruksi pemerintah agar semua bisa terhindar dari penyebaran covid-19

"Saya harap bantuan (BPNT) ini dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat yang kesulitan ekonomi ditengah pandemi covid-19, "Pungkas nya.

IS /De 
BACA JUGA BERITA LAINNYA