Breaking News

Cluster Baru Pabrik, Karyawan Terpapar Covid 19 Meningkat



Bekasi, beritaekspos.com – Warga Kabupaten Bekasi mulai panik, Jumlah kasus covid -19 terus meningkat kini di temukan cluster baru yakni cluster pabrik. Kondisi panik terlihat, dari jumlah peningkatan peserta tes-swab yang didata Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara.

Informasi yang berhasil dihimpun, selama tiga hari terakhir jumlah alat test-sweb yang masuk ke Labkesda mencapai 500 hingga 1000 sample. Untuk memaksimalkan proses uji lab, Labkesda menambah alat laboratorium swab sebanyak dua buah, dari dua yang sebelumnya standby di lokasi uji lab tersebut. 

Tidak sampai disitu, sebanyak 12 dokter tenaga analis yang tersebar di 44 puskesmas di Kabupaten Bekasi juga diturunkan untuk mengatasi lonjakan yang saat ini masih terjadi. Hal itu, guna mempercepat pengeluaran hasil dari tes swab yang masih dilakukan secara merata di 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi.

 “Saya tes swab, dari puskesmas sini (Cikarang Timur) kemarin. Tapi hasilnya belum keluar, kita masih nunggu aja. Kita panik, karena banyak warga disini yang positif covid-19 dari karyawan pabrik,” ujar salah seorang warga Kelurahan Sertajaya, Kelurahan Cikarang Timur Yusuf (27). 

Perlu di ketahui, kini pabrik mulai menjadi cluster baru penyebaran covid 19. Dengan jumlah positif terus meningkat tajam. Salah satu sumber utamanya, yakni dari cluster Covid -19 pabrik. Baru ini, Dominasi cluster baru Covid -19 pada perusahaan di Kabupaten Bekasi, dibuktikan dengan jumlah positif corona dari cluster perusahaan penambahan mencapai angka 1000 kasus.

“Temen kita yang di wilayah zona merah, juga mulai pada ke puskesmas. Mumpung ada tes web gratis. Sakit juga gak apa deh, yang penting kita tenang. Petugas Puskesmas yang melakukan tes-swab juga udah kecapean, banyak banget warga yang datangnya. Kita juga nyari kosong aja, baru bisa (Test sweb),” tegasnya. 

Sejauh ini, dari tingkat puskesmas hingga proses uji lab, tiap tenaga medis mulai kewalahan. Pasalnya, sejumlah warga yang menanyakan hasil uji lab memang terus berdatangan. Hal itupun, diakui warga Kampung Pekopen, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Ferry Irawan (42). lelaki yang ditemui di Sekitaran Komplek Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur itu menyatakan, bahwa saat ini, tidak sedikit warga yang tinggal ngontrak dan kerja di kawasan terdampak Covid-19.

Bahkan, kata dia, ada beberapa diantaranya yang sudah dibawa petugas untuk melakukan isolasi di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Utara dan Wisma Ki Hajar Dewantara di Cikarang Selatan.

“Bukan hanya saya saja yang panik pak. Semua warga juga kalau dibilang takut masih ada. Apalagi, kita tau banyak yang corona sekarang- sekarang ini. Emang, awal mula nya itu dari pabrik. Ini Mah kayak awal- awal lagi aja. Kita jadi tegang lagi aja,” bebernya. 

Secara rinci data yang ada, cluster Covid -19 menimpa 248 karyawan PT LG Electronic Indonesia setelah bertambah enam kasus, kemudian 70 karyawan PT Suzuki Indomobil Serta 88 karyawan PT NOK Indonesia 68 warga Kabupaten Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari banyaknya kasus tersebut warga yang panik dan menawarkan diri untuk tes Swab di Kabupaten Bekasi, Wakil Juru Bicara, Covid-19 Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana mengakui akan kondisi permintaan wargauntuk menjalani tes swab. 

“Untuk warga yang mau tes swab di beberapa wilayah merah memang betul ada lonjakan, terutama dari Zona Merah,” singkatnya.Di Lain tempat, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Supriadinata menyatakan, permintaan Pasien untuk tes sweb di 44 kecamatan memang mengalami peningkatan. Secara jelas, hal itu dilihat dari peningkatan jumlah sampel yang masuk pada lokasi uji lab di Labkesda, Kabupaten Bekasi."katanya

Dari jumlah yang saat ini diterima, per harinya memang mengalami lonjakan. Bahkan, sampai sempat menginjakangka 1000 hasil tes swab beberapa hari lalu. Antrean bukti rapid, di lokasi uji lab sendiri saat ini masih berlangsung. Meskipun, sudah berangsur terkendali, karena labkesda mengambil inisiatif dengan menambah tambahan empat unit alat uji lab, juga belasan dokter spesialis dipengujian laboratorium. 

“Sekarang kami mempunya empat unit alat pendeteksi di lab. Kita akui memangada peningkatan (jumlah hasil tes- swab), karena di tengah peningkatan ini (Cluster perusahaan.red), dinkes tengah menjalankan program 7000 sweb masif di tiap puskesmas,” sambung dia

Sekedar informasi jumlah Zona merah di wilayah Kabupaten Bekasi yakni Kecamatan Cibitung, Babelan, Tambun Selatan(Tamsel), Tambun Utara, Cikarang Selatan (Ciksel), Cikarang Barat, Setu, Cibarusah, Sukatani, Cikarang Pusat, Karangbahagiadan Kedungwaringin.

(Dedi)

|| BACA JUGA BERITA LAINNYA ||