Breaking News

Wujudkan Semangat Toleransi, Wali Kota Ajak Perangi Kemiskinan, Stunting dan Pengangguran


SUKABUMI-Beritaekspos.com - Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menekankan pentingnya menjadikan nilai toleransi sebagai praktik nyata dalam kehidupan bermasyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di kawasan Teras Alam Advanture, Kota Sukabumi, Sabtu (19/9). 

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki mengapresiasi hadirnya Rumah Toleransi yang dinilai menjadi salah satu bentuk nyata dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghargai.

Menurutnya, toleransi tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita buktikan di Kota Sukabumi menjadi kota toleransi secara implementasi, bukan hanya kata-kata. Toleransi harus terimplementasi dan melahirkan kesejahteraan serta kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ayep Zaki.

Ia menegaskan, semangat toleransi juga harus tercermin dalam keberpihakan terhadap masyarakat yang masih menghadapi persoalan sosial. 

Karena itu, pemerintah Kota Sukabumi memfokuskan perhatian pada penyelesaian pengangguran, stunting, dan kemiskinan.

“Program fokus saya adalah bagaimana menyelesaikan pengangguran secara efektif, penyelesaian stunting secara efektif, penyelesaian kemiskinan secara efektif,” katanya.

Ayep menjelaskan, penggunaan kata “efektif” berkaitan erat dengan bagaimana anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang menjadi sasaran program.

Ia mengaku menemukan masih adanya anggaran yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar setiap program pemerintah memberikan dampak yang lebih nyata.



.“Anggaran ini benar-benar sampai kepada sasaran-sasaran. Setelah saya cek, banyak anggaran yang tidak tepat sasaran. Anggarannya gede, tapi yang dimakan oleh yang stunting sedikit,” ungkapnya.

Hal serupa, lanjut Ayep, juga terjadi dalam penanganan pengangguran. Menurutnya, keberadaan anggaran belum cukup apabila belum mampu secara nyata membantu masyarakat memperoleh pekerjaan.

“Pengangguran, anggarannya ada, tapi anggaran itu tidak bisa memberangkatkan orang bekerja. Maka itu kita akan rombak di 2027. Sudah banyak temuan-temuan,” tegasnya.

Ayep menilai pembenahan tersebut menjadi bagian dari implementasi nilai toleransi yang lebih substantif. 

Toleransi, menurutnya, bukan hanya berkaitan dengan hubungan sosial antarmasyarakat, tetapi juga kepedulian terhadap warga yang menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran maupun stunting.

“Ini adalah implementasi dari umat toleransi, toleran kepada stunting, toleran kepada kemiskinan, toleran kepada pengangguran,” pungkasnya. 

Ois

BACA JUGA BERITA LAINNYA